Antisipasi Corona, IDI Aceh Imbau Warga Lebih Banyak di Rumah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    TEMPO.CO, Banda Aceh- Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Wilayah Aceh menghimbau masyarakat tidak panik dengan penyebaran virus Corona atau Covid 19 di Provinsi Aceh. Masyarakat hanya perlu menerapkan pola hidup sehat dan membatasi sebagian aktivitas sehari-hari dalam berinteraksi dengan sesama jika tidak terlalu mendesak (partial lockdown) untuk mengurangi risiko penyebaran Covid 19.

    Melakukan isolasi atau lockdown ini bukan saat sudah menjumpai atau berhadapan. Tapi juga dilakukan untuk menghindari. Jadi selama partial lockdown, tetap ada makanan masuk, tetap ada orang bisa datang tapi dibatasi. “Aktivitas banyak di rumah saja, ini namanya parsial,” ujar Ketua IDI Wilayah Aceh, Safrizal Rahman, kepada wartawan pada Senin, 16 Maret 2020.

    Safrizal mengatakan sejauh ini parsial lockdown dapat menjadi pilihan khususnya di Aceh karena belum ditemukan kasus positif Covid-19. Musababnya, parsial lockdown membuat kontak sosial menjadi berkurang sehingga kemungkinan penyebaran virus akan semakin kecil. Termasuk dengan kebijakan meliburkan proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah yang ada di Aceh selama 14 hari. 

    Menurutnya, kebijakan itu menjadi penting karena secara keilmuan saat ini, masa inkubasi terlama adalah 14 hari. Sehingga jika dalam rentang waktu itu tidak ditemukan kasus Corona, maka bisa diklaim jika daerah itu belum terpapar virus.

    Masa libur yang diterapkan Pemerintah juga disebutnya harus dibarengi dengan kerjasama berbagai pihak khususnya para orang tua. Anak yang diberikan keringanan untuk tidak belajar di sekolah diharapkan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tidak malah melakukan aktivitas atau perjalanan khususnya ke daerah-daerah yang terjangkit.

    “Jangan sampai salah kaprah seperti justru berlibur.” Lebih banyak beraktivitas di rumah, anak belajar di rumah. Bukan karena libur, anak-anak dikumpulkan terus bermain bersama. “Itu bukan sesuatu yang bijak,” kata Safrizal.

    Safrizal juga mengapresiasi para tenaga kesehatan yang bertugas di setiap daerah yang terus memantau perkembangan Covid-19. Ia menyerukan agar para tenaga kesehatan agar tetap aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah masing-masing untuk melaporkan temuan-temuan barunya. Termasuk memberi saran kepada Pemerintah mengenai kebijakan yang perlu diambil dalam mengantisipasi penyebaran virus. “Jadi kita terus berkomuniasi dengan kawan-kawan di daerah untuk memantau dan memberi masukan kepada Pemda-nya.”

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.