Cerita Warga yang Tes di Sulianto Saroso untuk Antisipasi Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter memeriksa suhu tubuh warga di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Dokter memeriksa suhu tubuh warga di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Merebaknya virus corona membuat sebagian masyarakat panik. Gejala awal yang ringan seperti demam, flu, dan batuk membuat masyarakat awam khawatir jika mereka mengalami gejala yang sama. Akhirnya, berbondong-bondong memeriksakan diri ke rumah sakit karena khawatir terjangkit virus.

    Luna, 24 tahun, merupakan salah satu yang memeriksakan dirinya ke RSPI Sulianti Saroso pada Ahad, 15 Maret 2020. Meskipun tanpa gejala awal, dia berinisiatif memeriksakan diri karena sempat melakukan kontak dengan orang dengan pemantauan (ODP) di Rumah Sakit Persahabatan, salah satu rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

    Tiba di RSPI, Luna kemudian diminta mengisi sebuah formulir yang berisi keterangan terkait gejala dan riwayat kontak fisik dengan pasien positif Covid-19. Kemudian, seorang petugas memeriksa suhu tubuhnya dan menanyakan riwayat perjalanannya dalam 14 hari terakhir.

    "Saya tidak memiliki gejala apa-apa, juga tidak kontak fisik dengan pasien positif Covid-19 dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri selama 14 hari terakhir. Jadi, tidak diperiksa lebih lanjut," ujar Luna kepada Tempo pada Senin, 17 Maret 2020.

    Dia hanya disarankan meminum vitamin dan menjaga imunitas tubuh lalu dipersilakan pulang.

    Sementara itu, salah seorang teman Luna yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 dan memiliki gejala awal pilek, dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan menjalani tes darah.

    Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua sel darah dalam tubuh pada kondisi normal. Jumlah leukosit normal orang dewasa (15 tahun ke atas), yakni; 3.500 – 10.500. Jika melebihi angka itu, maka ada tanda-tanda tubuh terserang penyakit atau virus tertentu. Sebab, sel darah putih berperan melindungi diri dari infeksi dan penyakit.

    Saat tubuh terserang penyakit, leukosit akan mengalami peningkatan sebagai respons terhadap penyakit tersebut. Selain tes darah, jika seseorang mengalami gejala lain seperti sesak napas, dokter juga akan melakukan rontgen paru-paru terhadap pasien.

    "Beruntung, leukosit darah teman saya normal-normal saja. Jadi, hanya dinyatakan ODP dan diminta mengisolasi diri sendiri selama 14 hari sejak kontak terakhir dengan pasien positif Covid-19. Jika ada keluhan, maka diminta segera menghubungi Dinas Kesehatan setempat," ujar Luna.

    ODP adalah orang yang sempat bepergian ke negara episentrum corona atau sempat melakukan kontak dengan orang diduga positif corona sehingga harus dilakukan pemantauan. Pada umumnya, pasien ODP belum menunjukkan gejala sakit.

    Jika sudah menunjukkan gejala terjangkit Covid-19 seperti demam, batuk, pilek dan sesak napas, maka orang ini disebut pasien dalam pengawasan (PDP).

    Tingkatan selanjutnya adalah suspect. Orang dengan predikat ini sudah menunjukkan gejala terjangkit corona dan juga diduga kuat sudah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

    Adapun biaya melakukan cek darah di RSPI Sulianti Saroso kurang lebih 200 ribu, sudah termasuk dengan biaya administrasi dan tindakan medis. Selain RSPI, ada tujuh rumah sakit lainnya yang bisa menjadi rujukan penanganan virus corona di Jakarta, yakni; RSUP Persahabatan, RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, RSUD Cengkareng, RSUD Pasar Minggu, RS Umum Bhayangkara Tk. 1 R. Said Sukanto, dan RSAL Mintoharjo.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.