Yurianto: Ada Kasus Kami Tes Berkali-kali Baru Ketahuan Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers di Ruang Wartawan Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah memang melakukan beberapa kali tes kepada pasien yang dinyatakan negatif Corona.

    "Dalam beberapa kasus, kami memeriksa dua hingga tiga kali baru ketahuan positif Covid-19," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Ahad, 15 Maret 2020.

    Hal ini lah yang kemudian melatari kenapa status pasien meninggal di Cianjur berubah dari negatif menjadi positif Covid-19.

    Yurianto menjelaskan, dalam sejumlah kasus suspect Covid-19, memang pemeriksaan tidak cukup sekali saja dilakukan. Suspect yang dinyatakan negatif masih terus dipantau dan jika menunjukkan gejala-gejala klinis akan diuji kembali.

    Pasien yang meninggal di Cianjur ini mengembuskan napas terakhirnya pada 3 Maret lalu. Ketika itu, pasien masih dalam posisi negatif Covid-19. Yuri menjelaskan, pasien tersebut awalnya dirawat di Bekasi, setelah dilakukan uji spesimen pertama di laboratorium, hasilnya negatif.

    Lantas, dilakukan uji spesimen kedua. Belum keluar hasil uji kedua ini, pasien sudah meninggal. Sementara, hasil tes Covid-19 baru bisa diketahui setelah 2-3 hari. "Jadi butuh proses. Tidak kemudian sekali datang langsung positif," kata Yuri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara