Antisipasi Corona, Kemenkes Imbau Masjid Gulung Karpet

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengimbau semua masjid menggulung karpet yang biasa menjadi sajadah atau alas salat di dalam masjid, guna mencegah beredarnya virus Corona. "Disarankan jemaah membawa sajadah sendiri dari rumahnya untuk dipakai sendiri, tidak berbagi dengan jemaah lain seperti biasa," ujar Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Ahad, 15 Maret 2020.

    Setelah salat, kata Yuri, ada baiknya lantai masjid dibersihkan dengan dengan disinfektan. "Kalau salat lima kali sehari, bersihkan lima kali sehari.” Hal ini diperlukan untuk menghentikan penyebaran ini di level masyarakat.

    Inisiatif menggulung karpet masjid pertama kalinya diterapkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. “Kami menggulung karpet karena kasus yang terakhir menimpa jemaat yang ikut pengajian akbar di Malaysia dari Brunei, penularannya oleh karpet," kata Imam Besar Masjid istiqlal, Nazaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Maret 2020.

    Langkah serupa juga telah dilakukan beberapa negara di dunia. Termasuk di antaranya negara Arab Saudi, yang menjadi pusat pergerakan umat muslim di dunia. "Kami imbau kepada seluruh jemaah Masjid Istiqlal untuk membawa persiapan lain sajadah masing-masing, karena kami enggak siapkan karpet," kata Nazaruddin.

    Selain itu, Nazaruddin mengatakan hal-hal rinci lain juga dilakukan pihak masjid sehubungan dengan pencegahan penularan virus Corona. Barang-barang yang biasa digunakan bersama dan berpotensi digunakan bersama, wajib disterilkan. Salah satunya adalah mikrofon. Hal ini didukung dengan langkah menyimpan sabun hingga antiseptik di pintu masuk. "Mikforon kami sterilkan.”

    Uang receh pada kota amal juga disteril. “Kan ada uang Cina, dolar, (ada kemungkinan) penularan melalui uang, juga kami sterilkan," kata Nazaruddin.

    DEWI NURITA | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.