Pandemi Corona, Ridwan Kamil Tak Ambil Kebijakan Lockdown

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sambut baik soal penelitian kina dapat sembuhkan Covid-19 pada jumpa pers usai menggelar rapat kordinasi Covid-19 di Gedung Sate pada Jumat, 13 Maret 2020.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sambut baik soal penelitian kina dapat sembuhkan Covid-19 pada jumpa pers usai menggelar rapat kordinasi Covid-19 di Gedung Sate pada Jumat, 13 Maret 2020.

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tidak ada kebijakan mengunci (lockdown) Jawa Barat di tengah wabah virus corona. Dia hanya meminta peningkatan kewaspadaan masyarakat untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.

    “Tidak ada status lockdown, atau isolasi, maka kegiatan mencari nafkah masih bisa dilakukan. Antisipasi saja dengan menjaga jarak. Kalau dia batuk-pilek sebaiknya pakai masker,” kata Ridwan di Bandung, Ahad, 15 Maret 2020.

    Dia juga meminta kepolisian selektif untuk memberi izin keramaian. Untuk kegiatan yang sifatnya tidak wajib, kata Ridwan, harus diukur apakah potensi risikonya besar atau tidak.

    Pengukuran potensi risiko, kata dia, untuk memutuskan apakah kegiatan itu bisa dilaksanakan atau tidak. “Yang risikonya besar, saya kira tidak akan diizinkan. Kalau risikonya kecil, bisa terukur, saya kira itu bisa dilakukan upaya-upaya kewaspadaan,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah Jawa Barat sendiri memutuskan untuk mengurangi aktivitas di Gedung Sate, Bandung. Selama dua pekan, pihaknya akan lebih banyak berkoordinasi dengan dinas-dinas di jajaran Jawa Barat melalui telekonferensi. "Kegiatan publik di Gedung Sate dikurangi. Mayoritas dibatalkan,” kata dia.

    Berdasarkan situs informasi dan koordinasi corona Pemprov Jawa Barat https://pikobar.jabarprov.go.id/#/ per Ahad, 15 Maret 2020, jumlah kasus positif corona di Jawa Barat mencapai 8 kasus. Ridwan mengatakan, dari data yang diperolehnya, sebaran Covid-19 di Jawa Barat mayoritas terjadi di daerah yang berbatasan dengan DKI.

    “Episentrum di Jakarta, yang memang mayoritas sebarannya di Bodebek. Dari sebaran itu juga masih banyak yang kosong, Alhamdulillah. Tapi ini tidak menandakan tidak ada,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.