Kondisi Balita Positif Corona di Yogya Mulai Membaik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengumpulkan peralatan seusai melakukan tindakan terhadap seorang pasien di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 13 Maret 2020. Seorang pasien Kasus Nomor 4 dalam pengawasan yang dirawat selama tiga hari di ruang isolasi RSUD Dumai dinyatakan sudah sembuh dan akan pulang ke rumah. ANTARA

    Petugas medis mengumpulkan peralatan seusai melakukan tindakan terhadap seorang pasien di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 13 Maret 2020. Seorang pasien Kasus Nomor 4 dalam pengawasan yang dirawat selama tiga hari di ruang isolasi RSUD Dumai dinyatakan sudah sembuh dan akan pulang ke rumah. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito mengatakan kondisi pasien positif corona pertama di Yogyakarta yang merupakan seorang balita berusia 3,8 tahun sudah mulai membaik.

    "Untuk data di pemerintah, balita ini (yang positif Corona) merupakan pasien urutan nomor 49," ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan di Komplek Kepatihan, Ahad, 15 Maret 2020.

    Balita itu diisolasi bersama dua orang tuanya di dalam satu ruang. Selain tiga orang itu, Banu mengatakan ada juga satu pasien perempuan berusia 53 juga diisolasi di RSUP Sardjito yang statusnya juga dalam pengawasan. "Kondisi orang tua balita itu tidak ada gejala signifikan yang mengarah terpapar Covid-19," ujar Banu.

    Banu menyebut, kedua orangtua balita diisolasi dalam kondisi suhu yang tidak panas, tidak batu juga tidak demam. "Kedua orang tuanya statusnya PDP (pasien dalam pengawasan)," ujarnya.

    Adapun kondisi terkini balita yang positif Corona itu, kata Banu, sudah mulai membaik, sudah tidak panas, tidak demam, hanya tinggal sedikit batuk.

    Balita itu sudah dirawat sejak Senin, 9 Maret 2020 karena mengalami batuk, pilek, demam, dan sedikit sesak napas sepulang berpergian dari Depok, Jawa Barat. Baru pada Jumat, 13 Maret 2020 balita itu diketahui positif terpapar Virus Corona.

    "Balita dan orang tuanya itu juga tidak ada riwayat berpergian ke luar negeri, hanya wilayah Jawa," ujarnya. Balita itu disebut Banu tidak melakukan kontak dengan siapapun selain orang tuanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.