Balita Positif Corona di Yogya, Demam Setelah Pulang dari Depok

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito membenarkan ada kasus positif Corona pertama di Yogyakarta. Pasien tersebut merupakan seorang balita berusia 3,8 tahun dan kini masih diisolasi.

    "Untuk data di pemerintah, balita ini merupakan pasien urutan nomor 49," ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan di Komplek Kepatihan Ahad, 15 Maret 2020.

    Balita itu diisolasi bersama dua orang tua di dalam satu ruang. Selain tiga orang itu, Banu mengatakan ada juga satu pasien perempuan berusia 53 juga diisolasi di RSUP Sardjito yang statusnya juga dalam pengawasan. "Kondisi orang tua balita itu tidak ada gejala signifikan yang mengarah terpapar Covid-19," ujar Banu.

    Banu menyebut, kedua orangtua balita diisolasi dalam kondisi suhu yang tidak panas, tidak batuk, dan tak demam. "Kedua orang tuanya statusnya PDP (pasien dalam pengawasan)," ujarnya.

    Adapun kondisi terkini balita yang positif Corona itu, kata Banu, sudah mulai membaik. Ia tidak lagi panas, tidak demam, hanya tinggal sedikit batuk.

    Balita itu sudah dirawat sejak Senin, 9 Maret 2020 karena mengalami batuk, pilek, demam, dan sedikit sesak napas sepulang berpergian dari Depok, Jawa Barat. Baru pada Jumat, 13 Maret 2020 balita itu diketahui positif terpapar Corona.

    Banu mengatakan balita itu sudah melewati fase terpapar itu dan diharap terus membaik kondisinya sampai bisa diperbolehkan pulang. "Balita dan orang tuanya itu juga tidak ada riwayat berpergian ke luar negeri, hanya wilayah Jawa," ujarnya.

    Balita itu disebut Banu tidak melakukan kontak dengan siapapun selain orang tuanya. "Nggak ada kontak, hanya jalan-jalan saja ke Depok," ujarnya.

    Adapun untuk kedua orang tua balita itu, ujar Banu masih terus diperiksa walau tak ada gejala positif terpapar virus Corona. Hasil pemeriksaan kedua orang tua masih menunggu uji laboratorium.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.