Cegah Corona, Ridwan Kamil Lacak WNI Ikut Tabligh Akbar Malaysia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel dari Unit Kimia Biologi Radioaktif (KBR) Gegana Brimob Polda Jabar menyemprotkan cairan disinfektan di sajadah (karpet) Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Sabtu 14 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan di setiap sudut masjid yang sering digunakan oleh jamaah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah ditetapkan sebagai pandemik oleh WHO. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Personel dari Unit Kimia Biologi Radioaktif (KBR) Gegana Brimob Polda Jabar menyemprotkan cairan disinfektan di sajadah (karpet) Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Sabtu 14 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan di setiap sudut masjid yang sering digunakan oleh jamaah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah ditetapkan sebagai pandemik oleh WHO. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sudah melacak keberadaan warga negara Indonesia yang mengikuti tablig akbar di salah satu masjid di Petaling Jaya, Malaysia. Total ada 696 WNI yang ikut dalam acara yang dihadiri orang-orang dari banyak negara. Salah satu peserta dikabarkan positif Corona.

     “Penelusuran berikutnya ada tablig akbar di Petaling Jaya, di Malaysia. Itu ada peserta-peserta yang datang dari Jawa Barat, kami sudah lacak,” kata Ridwan Kamil, Ahad, 15 Maret 2020.

    Pemerintah Jawa Barat sedang melacak beberapa orang yang berhubungan dengan pasien-pasien positif corona. Sebab, hingga saat ini ada tujuh orang yang positif Covid-19 di Jawa Barat.

    Ridwan Kamil merinci. Dua orang warga Depok, yakni Kasus 1 dan 2. “Kemudian satu orang warga Cianjur yang meninggal yang dulu disampaikan Bupati Cianjur, ternyata data terakhir yang kami terima, pasien positif,” kata Ridwan Kamil.

    Dua warga berikutnya, adalah perempuan dan anak berdomisili di Kabupaten Bekasi, keluarga dari warga Cianjur tersebut. “Dua di Kabupaten Bekasi, adalah istri dan anak dari pasien yagn di Cianjur. Itu juga positif,” kata Ridwan Kamil.

    Sementara sianya adalah masing-masing 1 orang berasal dari Kota Bandung, dan Kota Cirebon. “Satu di Kota Bandung, positif. Dan satu di Kota Cirebon, yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Gunung Jati,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, data terakhir yang diperolehnya untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 mencapai 706 orang. “Yaitu orang yang tidak masuk rumah sakit, tapi dicurigai pola-pola aktivitas sosialnya,” kata dia.

    Dari 706 orang tersebut, baru 256 orang yang dinyatakan tuntas pemantauan dalam 14 hari. “Artinya, isolasi pribadinya, self isolation sudah beres 256 orang. Yang masih dipantau karena waktunya belum habis ada 448 orang,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, untuk Pasien Dalam Pengawasan Corona, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit seluruhnya 82 orang. Dari jumlah itu 54 orang hasil pemeriksaannya negatif. “Dua puluh delapan orang masih menunggu hasil, jadi belum ada statusnya,” kata dia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.