Sultan HB X Kumpulkan Kepala Daerah se-Yogyakarta, Bahas Corona?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa suhu tubuh penonton sepak bola saat pertandingan PS Sleman melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 8 Maret 2020. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melakukan pemeriksaan suhu tubuh suporter untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Petugas memeriksa suhu tubuh penonton sepak bola saat pertandingan PS Sleman melawan Tira Persikabo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 8 Maret 2020. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman melakukan pemeriksaan suhu tubuh suporter untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Para kepala daerah di lima kabupaten atau kota di Yogyakarta mendadak merapat ke Kantor Gubernur DIY di Komplek Kepatihan Yogyakarta Ahad, 15 Maret 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

    Para kepala daerah yang merapat baik dari Kabupaten Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. Tampak juga perwakilan dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito.

    "Kemungkinan akan ada press conference oleh Bapak Gubernur hari ini di Kepatihan," ujar Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokol Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Ahad, 15 Maret 2020.

    Dari informasi yang dihimpun para kepala daerah itu dikumpulkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X guna membahas sikap pemerintah daerah terkait pencegahan dan pengamanan virus Corona.

    "Iya, Pak Gubernur membahas soal pengamanan Corona dengan bupati/walikota, " ujar seorang staf humas Pemda DIY.

    Pemanggilan kepala daerah menyusul sikap sejumlah lembaga pendidikan tinggi di DIY juga sebagian sekolah dasar yang memberlakukan pembelajaran online selama dua pekan ke depan untuk pencegahan dan pengamanan Corona.

    Misalnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memberlakukan status siaga virus corona COVID-19 melalui surat edaran Rektor UGM Panut Mulyono tertanggal 14 Maret 2020. UGM mengganti kegiatan belajar mengajar di kelas dengan metode jaring atau daring untuk menjamin kelanjutan proses dan mutu pembelajaran mulai Senin, 16 Maret 2020.

    Selain UGM, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga juga memberlakukan kebijakan serupa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.