Masuk Tracing Corona, Yogya Belum Tutup Tempat Wisata

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Bandara Adisutjipto Yogyakarta membersihkan sejumlah fasilitas di area bandara pada Jumat, 13 Maret 2020 untuk mengantisipasi persebaran virus corona. TEMPO | Muh. Syaifullah

    Petugas Bandara Adisutjipto Yogyakarta membersihkan sejumlah fasilitas di area bandara pada Jumat, 13 Maret 2020 untuk mengantisipasi persebaran virus corona. TEMPO | Muh. Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan upaya pemerintah untuk tracing atau pelacakan jejak kontak dekat (close contact) pasien positif Covid-19, terus berlanjut. Bahkan ia mengatakan sebaran tracing semakin melebar.

    "Jakarta di DKI, Jawa barat di sekitar DKI, termasuk Bandung. Kemudian Tangerang, Jawa Tengah ini kami sudah dapatkan kasusnya. Kemudian di Solo, Yogyakarta, di Bali, di Manado, di Pontianak," kata Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Maret 2020.

    Yurianto mengatakan masih ada beberapa daerah lain yang menjadi lokasi tracing. Namun, ia tak mau menyebutkan lokasi karena pemerintah belum menemukan posisi persis. "Oleh karena itu, ini yang membuat kami harus selalu mewaspadai bahkan meningkatkan upaya untuk tracing lebih  keras lagi," kata dia.

    Sementara itu, Raja Keraton yang juga Gubernur Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa Yogyakarta masih aman dan siap dikunjungi wisatawan.

    "Yogyakarta aman dan siap dikunjungi wisatawan, dengan produk wisata yang prima," ujar Sultan dalam keterangan resmi yang dikeluarkan melalui Dinas Pariwisata DIY di Yogyakarta, Senin, 9 Maret 2020.

    Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo itu, Sultan menuturkan indikator keamanan untuk wisatawan yang menyambangi Yogyakarta mendasarkan pada pantauan dan data Dinas Kesehatan DIY. Juga belum ada satu pun warga masyarakat ataupun wisatawan di Yogyakarta yang dinyatakan positif terpapar virus corona.

    Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta mengkritik cara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menanganai virus corona atau COVID-19.

    Direktur LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli mengatakan Pemerintah DIY seharusnya tidak membuat kebijakan yang meletakkan keselamatan dan kesehatan masyarakat di bawah promosi pariwisata atau kebijakan yang mencari keuntungan ekonomi semata. 

    Ia mengatakan kebijakan Pemerintah DIY cenderung mengejar laba dari pariwisata. “Melalaikan keselamatan dan kesehatan warga,” kata Yogi, Ahad, 17 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.