Hasil Tes Ketua PPATK Negatif Virus Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala PPATK Ki Agus Badaruddin usai menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 19 November 2019. TEMPO/Friski Riana

    Kepala PPATK Ki Agus Badaruddin usai menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 19 November 2019. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan tak ada kasus pejabat negara yang menjadi pasien positif virus corona dan kemudian meninggal. Hal ini sekaligus membantah rumor bahwa Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin, yang meninggal karena tertular Corona.

    "Saya pastikan negatif. Sudah diperiksa jam 2 tadi selesai hasilnya," kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Maret 2020.

    Setelah kabar wafatnya Ketua PPATK tersebar luas, beredar kabar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau untuk tidak melayat terlebih dahulu ke rumah duka Agus Badaruddin.

    Namun informasi terkait imbauan Sri Mulyani tersebut dibantah Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rahayu Puspasari. "Tidak benar," kata dia kepada Tempo, Sabtu 14 Maret 2020.

    Adapun isi pesan berantai itu sebagai berikut. "Sejauh ini, Menteri Keuangan menghimbau untuk tidak melayat ke kediaman duka. Segera akan diinformasikan apabila situasi sudah memungkinkan."

    Kiagus Badaruddin meninggal pada Sabtu, 14 Maret 2020. Dia dilantik menjadi Kepala PPATK pada 26 Oktober 2016. Ia dipilih Presiden Jokowi menggantikan Kepala PPATK sebelumnya, M Yusuf yang memasuki masa pensiun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.