Cegah Corona, DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Opsi Lockdown

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis memberikan pengarahan kepada seorang keluarga pasien yang baru masuk ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Sabtu, 7 Maret 2020. Seorang pasien perempuan warga Dumai yang baru pulang dari ibadah umrah mengalami keluhan sesak nafas, demam disertai batuk berdahak. ANTARA

    Petugas medis memberikan pengarahan kepada seorang keluarga pasien yang baru masuk ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Sabtu, 7 Maret 2020. Seorang pasien perempuan warga Dumai yang baru pulang dari ibadah umrah mengalami keluhan sesak nafas, demam disertai batuk berdahak. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Kesehatan DPR Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah mempertimbangkan opsi melakukan isolasi atau lockdown. Menurut dia, kebijakan ini akan ampuh untuk mencegah penyebaran Corona di Indonesia.

    "Perlu dipertimbangkan soal kajian analitis soal pemilihan tempat lockdown, karena hanya dengan cara itu, kita bisa melakukan mitigasi," kata Saleh dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Maret 2020.

    Menurut Saleh, tanpa lockdown, masih akan banyak orang yang keluar-masuk dari luar negeri. Ia mengatakan pemerintah juga punya opsi untuk mengisolasi sebagian daerah yang dianggap paling banyak ditemukan kasus Corona.

    Misalnya, kota yang diisolasi hanya Jakarta atau Bali. "Ini penting untuk dipertimbangkan," kata Saleh.

    Dalam melakukan isolasi, kata Saleh pemerintah juga perlu mempersiapkan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Bahan makanan perlu distok supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat sebelum dilakukan lockdown. "Agar tak ada lagi panic buying," ujarnya.

    Sebelumnya, sejumlah negara telah melakukan lockdown akibat Corona. Di antaranya Denmark dan Italia. Di Italia, publik hanya dibolehkan pergi dalam situasi kerja yang mendesak serta alasan kesehatan. Penangguhan berlaku bagi acara olahraga dan upacara pernikahan. Orang-orang diminta menjaga jarak sekitar 1 meter. Tempat umum seperti bioskop dan teater ditutup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.