Dana BOS Bertambah, Guru Honorer Milenial Bersemangat

Wenslaus Ngampus guru SMAN 1 Kuta Selatan.

INFO NASIONAL — Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020 penyaluran dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disambut baik kalangan guru non aparatur sipil negara (ASN).

Permendikbud tersebut mengatur penambahan Dana BOS untuk pengupahan guru honorer maksimal 50 persen. “Kebijakan ini ditujukan sebagai langkah pertama untuk meningkatan kesejahteraan guru-guru honorer dan tenaga kependidikan,” Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. 

Permendikbud No. 8 Tahun 2020, pemanfaatan maksimal 50 persen bagi guru honorer dari Dana BOS berlaku untuk guru honorer yang telah memiliki tiga persyaratan. Yakni telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), belum memiliki sertifikasi pendidik, dan namanya sudah tercatat di Dapodik. 

Wenseslaus Ngampus, 24 tahun, tak lagi mencari uang tambahan. Honor yang diterimanya dari di SMAN 1 Kuta Selatan, Bali, sudah cukup memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam sepekan, dia mengajar selama 36 jam. Honor di SMAN 1 Kuta Selatan untuk guru honorer sebesar Rp 100 ribu per jam. Jika dihitung, gaji Wenseslaus per bulan lebih besar dari UMR di Bali.  

Guru yang akrab dipanggil Wens ini memuji Permendikbud No. 8. “Kebijakan baru ini tentu saja sangat bagus. Apalagi kalau dirasakan semua guru honorer di pelosok juga. Kalau di Bali sudah bagus, semoga daerah lain sama,” ujarnya saat diihubungi Info Tempo lewat sambungan telepon, Rabu, 4 Maret 2020. 

Menurut pria kelahiran Labuan Bajo ini, kebijakan baru tentang dana BOS membantu peningkatan kualitas guru. “Generasi kita ditentukan oleh sistem pendidikan. Kalau guru berkualitas, otomatis output-nya berkualitas. Dan kualitas guru muncul ketika mempunyai pendapatan yang bisa menutupi segala pengeluarannya,” tutur Wens, guru honorer untuk mata pelajaran ekonomi. 

Dengan pendapatannya kini, Wens bisa beristirahat di rumah setelah mengajar sambil menyiapkan materi untuk keesokan hari. Ini berbeda dengan kondisinya tahun lalu. Dia harus mencari penghasilan tambahan mengajar di tempat lain karena honor yang didapatnya kecil. 

Wens adalah sosok guru generasi milenial yang lebih paham menghadapi siswa. Lulus kuliah 2019 dan langsung mengajar, ia tak menjejali anak didik dengan hapalan. “Saya menekankan kepada siswa menghindari hapalan, tapi pahami isi buku. Jadi saya bilang ke siswa, nggak usah menghapal yang penting baca dan paham. Saya pernah bilang ke mereka, kita belajar bukan untuk mengejar nilai, tapi dapatkan bekal untuk masa yang akan datang,” ujarnya.

Yuliati Areras, guru honorer SMKN 3 Manokwari, Papua Barat, sependapat dengan Wens terkait Permendikbud No. 8. “Ketika mendengarnya, saya sangat senang dan bersyukur kesejahteraan guru honorer lebih meningkat, dan itu sangat membantu sekali bagi kami para guru honorer,” ujarnya.

Dengan honor Rp. 22.000 per jam dan waktu mengajar 24 jam per pekan, lulusan Universitas Negeri Manado pada 2016 ini  merasa honornya saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Yuliati merasa senang dapat mengabadikan diri ke almamaternya di Manokwari. “Saya salah satu alumi SMK 3 jurusan tataboga yang kembali untuk mengajar,” ujarnya. (*)






Pemprov Kediri Gelar Anugerah Desa Wisata 2022

9 jam lalu

Pemprov Kediri Gelar Anugerah Desa Wisata 2022

Guna menumbuhkan motivasi bagi pengelolaan desa wisata untuk selalu melakukan inovasi dan kreatifitas.


Kementan: Indonesia Kaya Pangan Lokal Alternatif Hadapi Krisis Pangan

9 jam lalu

Kementan: Indonesia Kaya Pangan Lokal Alternatif Hadapi Krisis Pangan

Kementerian Pertanian menegaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.


Gelar Rakor, Pokja III Bahas Kuota ASN di Provinsi Papua Pegunungan

9 jam lalu

Gelar Rakor, Pokja III Bahas Kuota ASN di Provinsi Papua Pegunungan

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Tim Kelompok Kerja (Pokja) III Satuan Tugas (Satgas) Pengawalan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Pegunungan


Kabupaten Jayawijaya Siap Jadi Tuan Rumah Peresmian 3 Daerah Otonomi Baru

9 jam lalu

Kabupaten Jayawijaya Siap Jadi Tuan Rumah Peresmian 3 Daerah Otonomi Baru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya siap menjadi tuan rumah peresmian 3 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.


Mentan Panen dan Cek Persiapan Ekspor Bunga Krisan ke Jepang

9 jam lalu

Mentan Panen dan Cek Persiapan Ekspor Bunga Krisan ke Jepang

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen sekaligus mengecek persiapan ekspor bunga krisan ke Jepang yang dibudidayakan Kelompok Tani Swastika Jaya.


Mentan Dorong Petani Milenial Indonesia Timur Bangun Konsepsi dan Networking

10 jam lalu

Mentan Dorong Petani Milenial Indonesia Timur Bangun Konsepsi dan Networking

Petani milenial dapat memanfaatkan sarana yang telah disiapkan pemerintah untuk membangun pertanian.


Mentan Syahrul Ajak Petani Milenial Antisipasi Krisis Pangan Global

10 jam lalu

Mentan Syahrul Ajak Petani Milenial Antisipasi Krisis Pangan Global

Petani milenial bertekad berdiri di garda terdepan untuk mengantisipasi kiris pangan global.


Sempurnakan Halal Lifestyle Kamu, Ini Fitur Baru Shopee Barokah

10 jam lalu

Sempurnakan Halal Lifestyle Kamu, Ini Fitur Baru Shopee Barokah

Penjual dan pembeli menggunakan skema akad yang pembayarannya disesuaikan dengan prinsip Islam.


Pengelola P4S dan Petani Milenial Kolaborasi Antisipasi Krisis Pangan

11 jam lalu

Pengelola P4S dan Petani Milenial Kolaborasi Antisipasi Krisis Pangan

Petani milenial bisa lebih kreatif melakukan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.


ShopeePay dan UKMIndonesia.id Bagikan Strategi Kolaborasi untuk UMKM

11 jam lalu

ShopeePay dan UKMIndonesia.id Bagikan Strategi Kolaborasi untuk UMKM

Ada tiga langkah yang harus diimplementasikan saat menjalankan kolaborasi bisnis.