Eijkman Targetkan Satu Tahun Membuat Bibit Vaksin Virus Corona

Seorang petugas medis dari rumah sakit pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) Shijiazhuang mengambil obat-obatan di sebuah rumah sakit keliling di Distrik Chang'an di Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China, 12 Maret 2020. Sebuah rumah sakit TCM keliling menyediakan layanan kesehatan bagi penduduk setempat di tengah perang melawan virus corona atau COVID-19. Xinhua/Liang Zidong

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan dalam kondisi pandemik seperti virus corona saat ini, pembuatan vaksin diprediksi akan memakan waktu selama 18 bulan.

Waktu tersebut merupakan prediksi dari World Health Organization (WHO) dalam keadaan pandemik dan dengan standar negara-negara maju. Adapun untuk standar Indonesia, kata dia, Eijkman akan berusaha membuat bibit vaksin dalam waktu satu tahun.

"Sekarang ini WHO menyebutkan menyiapkan vaksin perlu waktu 18 bulan, itu WHO pakai standar negara maju, dan punya uang yang katakanlah tidak terbatas. Kami harap sih dalam waktu satu tahun paling tidak bisa mengembangkan bibit vaksin ya," kata Amin kepada wartawan selepas diskusi di kantor PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.

Sedangkan dalam keadaan normal, kata dia, waktu pengerjaan vaksin bisa memakan waktu hingga hampir 10 tahun. Dalam rentang waktu itu harus ada pengujian yang ketat. Dari efektifitas sampai keamanan harus diuji. Metode pengujian pun dilakukan secara bertahap dari hewan, sampai manusia.

"Lamanya membuat vaksin itu bisa tahunan kalau dalam kondisi biasa kan harus diuji bertahap di laboratorium di hewan di manusia terbatas, manusia luas, sehingga mesti ribuan mencakup beberapa negara," katanya.

Eijkman sejak Senin 9 Maret 2020 sudah diundang oleh Kementerian Kesehatan untuk membahas vaksin. Pada rapat itu hadir juga perwakilan dari Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga. Keesokan harinya Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menunjuk Eijkman memimpin konsorsium untuk membuat vaksin.

Amin mengatakan mereka akan terus mengembangkan vaksin ini meskipun wabahnya berhenti. Ia mengatakan vaksin diperlukan karena wabah ini disebabkan oleh virus yang sama untuk ketiga kalinya, setelah SARS, dan MERS.

"Ini kan sudah ketiga kalinya corona virus, dari SARS MERS sampai sekarang ke SARS yang kedua. Jangan sampai yang berikutnya corona virus lagi. Jadi kami terus mencoba," kata dia.






Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

9 jam lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

1 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

6 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

7 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

14 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.


Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

17 hari lalu

Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

Kim Jong Un akan memulai vaksinasi Covid-19 di Korea Utara. Dia khawatir jumlah kasus Corona naik karena musim dingin.


Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

24 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

Rusia mencatat pada Sabtu, 3 Agustus 2022, ada lebih dari 50 ribu kasus baru Covid-19 atau tertinggi dalam enam bulan


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

25 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

25 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.


Turis Asing ke Korea Selatan Tak Lagi Wajib Tes Corona Sebelum Berangkat

27 hari lalu

Turis Asing ke Korea Selatan Tak Lagi Wajib Tes Corona Sebelum Berangkat

Korea Selatan mencabut aturan tes Corona untuk turis asing sebelum keberangkatan.