Ridwan Kamil Minta Pusat Beritahu Daerah Jika Ada Pasien Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Command Center atau pusat kendali yang berada di kawasan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 10 Maret 2020. Command Centre tersebut menyediakan informasi aktual terkait penanganan, pencegahan Covid-19 serta menerima aduan masyarakat yang memiliki dan melihat orang terdekat dengan gejala Covid-19 di Jabar. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Command Center atau pusat kendali yang berada di kawasan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 10 Maret 2020. Command Centre tersebut menyediakan informasi aktual terkait penanganan, pencegahan Covid-19 serta menerima aduan masyarakat yang memiliki dan melihat orang terdekat dengan gejala Covid-19 di Jabar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat agar memberi tahu pemerintah daerah jika terjadi kasus positif Covid-19 di wilayahnya.

    “Kami memohon jika ada yang positif di lokus Jawa Barat, jangan sampai kejadian kaya di Bali, maaf ya, pemerintah daerahnya tidak tahu sehingga tidak bisa menelusuri,” kata dia, selepas Rapat Koordinasi dengan DPRD Jawa Barat menghadapi Covid-19, di Gedung Sate, Bandung, Jumat, 13 Maret 2020.

    Ridwan Kamil mengatakan, setuju jika identitas pasien positif Covid-19 tidak usah dibuka. “Alamatnya tidak boleh dipublikasikan kepada masyarakat, atau pada publik sesuai HAM. Tapi kami butuh data itu untuk melakukan tindakan-tindakan terukur,” kata dia.

    Ridwan Kami mengatakan, prosedur untuk temuan kasus positif Covid-19 itu hanya diberitahukan pada dokter yang menangani pasien. “Prosedurnya dari Kementerian Kesehatan itu, memberitahukan ke dokter yang merawat,” kata dia.

    Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakit mengatakan, tracking atau penelusuran kontak dengan pasien positif Covid-19 dilakukan petugas Dinas Kesehatan. “Itu sudah jadi prosedur kami,” kata dia, di Bandung, Jumat, 13  Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara