Wabah Corona, Singapura Berikan 50 Alat Perlindungan untuk Batam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa para penumpang di Bandara Changi, untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Foto: Roslan Rahman/AFP via Getty Images

    Petugas memeriksa para penumpang di Bandara Changi, untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Foto: Roslan Rahman/AFP via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Singapura memberikan bantuan 50 alat perlindungan diri (APD) untuk Kota Batam. Bantuan ini terkait penanggulangan virus Corona.

    Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Singapura melalui Konsul Jenderal Singapura di Batam, Mark Low, atas bantuan tersebut. "Kami mengucapkan terimakasih kepada Singapura, ini adalah bentuk kerja sama antar dua negara yang baik," kata Rudi, Jumat, 13 Maret 2020.

    Rudi menjelaskan, terdapat 50 unit APD yang diberikan Singapura untuk Batam. "Kemungkinan setelah ini ventilator juga akan diberikan Singapura untuk kami," kata Rudi.

    Hubungan dua negara ini, kata Rudi, harus terus dijaga baik dari segi perdagangan maupun wisata. "Sekarang ini wisata Singapura turun, Batam otomatis juga turun," kata dia.

    Konsul Jenderal Singapura di Batam, Mark Low megatakan, saat ini dunia sedang melawan menghadapi virus corona atau COVID-19 sehingga harus ada kerja sama untuk bersatu. "Yang penting selalu jaga kesehatan diri sendiri, jangan lupa cuci tangan," ujar Mark Low.

    Mark mengatakan, pemerintah Singapura sudah mensosialisasikan terkait wabah ini, kemungkinan besar pandemi akan berlangsung selama satu tahun ke depan. "Kami berharap selama itu juga aktivitas tetap berlanjut dan terus berjalan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.