Pasien Terduga Corona Solo Meninggal, Jateng Segera Buat Hotline

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis keluar dari ruang isolasi khusus untuk pasien airborne yang disiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Senin, 27 Januari 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona dari Tiongkok melalui Bandara Adi Soemarmo, RSUD Dr. Moewardi Solo menyiapkan tim khusus yaitu Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang bertugas menangani pasien terduga dan ruang isolasi khusus untuk pasien dugaan terjangkit Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis keluar dari ruang isolasi khusus untuk pasien airborne yang disiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Senin, 27 Januari 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona dari Tiongkok melalui Bandara Adi Soemarmo, RSUD Dr. Moewardi Solo menyiapkan tim khusus yaitu Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang bertugas menangani pasien terduga dan ruang isolasi khusus untuk pasien dugaan terjangkit Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera membuat hotline untuk penanganan wabah virus Corona. Hal ini menyusul adanya satu pasien terduga Corona yang meninggal di RSUD Moewardi Solo.

    "Nanti kami edarkan hotline-nya ya," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Solo, Jumat 13 Maret 2020. Hotline tersebut akan diumumkan dalam jumpa pers yang akan digelar di Semarang sore ini.

    Menurut Ganjar, keberadaan hotline itu diperlukan kendati pemerintah pusat juga telah memilikinya. "Saya sudah komunikasi dengan Menteri Kesehatan dan jubir pemerintah untuk penanganan Covid-19," katanya.

    Pemprov Jawa Tengah menurutnya juga telah melakukan tracking untuk mengetahui siapa saja yang pernah berinteraksi dengan korban.

    "Siapa saja yang pernah bertemu dengan korban untuk melapor," katanya. Ganjar juga meminta agar masyarakat di Jawa Tengah tidak perlu panik.

    Salah satu warga Solo dirawat di ruang isolasi RSUD Moewardi dengan gejala yang mirip dengan serangan virus Covid-19 atau Corona. Dia baru saja bepergian ke Bogor untuk mengikuti kegiatan seminar.

    Selain itu, masih ada satu warga lain yang dirawat di RSUD Moewardi dengan keluhan yang sama. Pasien itu merupakan teman dari pasien yang meninggal dan sama-sama mengikuti seminar di Bogor.

    Sore ini, Ganjar berencana menggelar jumpa pers terkait keberadaan pasien terduga virus Corona yang meninggal tersebut. Dia bahkan membatalkan sejumlah kegiatannya di Solo dan sekitarnya lantaran akan menggelar jumpa pers tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.