Heboh Corona Menjelang Ramadan, Menag: Tarawih dan Bukber Boleh

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga binaan (narapidana dan tahanan) muslim bersalaman usai mengikuti kegiatan pengajian umum dalam rangkaian program Pesantren Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis, 9 Mei 2019. Program pesantren Ramadan itu diisi dengan kegiatan pengajian umum, tadarus para napi dan tahanan serta shalat tarawih berjamaah. ANTARA/Destyan Sujarwoko

    Warga binaan (narapidana dan tahanan) muslim bersalaman usai mengikuti kegiatan pengajian umum dalam rangkaian program Pesantren Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis, 9 Mei 2019. Program pesantren Ramadan itu diisi dengan kegiatan pengajian umum, tadarus para napi dan tahanan serta shalat tarawih berjamaah. ANTARA/Destyan Sujarwoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan belum ada pelarangan khusus terhadap aktivitas di bulan Ramadan mendatang terkait penanggulangan virus Corona atau COVID-19 di Indonesia. Beberapa kegiatan yang mengharuskan adanya kerumunan tetap bisa berjalan.

    "Kami sepakat Ramadan tarawih maupun buka puasa bersama tetap kita adakan sebagaimana biasa kecuali ada perubahan-perubahan situasi yang membuat situasi menjadi sangat jelek. Mudah-mudahan tidak terjadi," kata Fachrul di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Maret 2020.

    Sejauh ini, pemerintah pusat memang tak mengambil langkah preventif ekstrem hingga melarang kegiatan agama yang mengharuskan adanya kerumunan. Beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia telah memulai langkah ini.

    Pada kesempatan yang sama, Fachrul mengatakan pemerintah hanya mengimbau agar setiap masjid tak menggunakan karpet yang biasa dijadikan sebagai alas salat atau sajadah. Masyarakat diimbau membawa sajadah sendiri.

    "Menggulung semua karpet-karpetnya, karena ternyata itu salah satu sumber penyakit," kata Fachrul.

    Selain itu, Fachrul mengimbau agar kontak fisik selama ibadah di masjid dikurangi. "Kita sarankan untuk tidak lagi sementara waktu ini bersalaman apalagi bercipika cipiki apalagi terhadap ini karena itu juga ternyata media untuk penularan penyakit," kata dia.

    Pengambilan air wudhu juga menjadi perhatian Fachrul. Ia meminta masjid untuk memastikan air wudhu mengalir dan antiseptik atau sabun disiapkan untuk memastikan kebersihan. Selain itu, ia m meminta jika memungkinkan masjid juga menyiapkan pemeriksaan thermal scan di pintu masuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.