Alasan Pemerintah Ogah Ungkap Asal Daerah Pasien Corona

Reporter

Editor

Amirullah

65 RS BUMN Siap Tangani Pasien Corona.

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara penanganan wabah virus Corona Achmad Yurianto berkali-kali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengungkap asal daerah pasien positif virus corona. Kendati, banyak usul yang muncul agar pemerintah membuat peta persebaran dilengkapi dengan simbol-simbol daerah merah, kuning, atau hijau sebagai penanda tingkat kewaspadaan terhadap virus Covid-19.

Yuri menjelaskan, penyebaran virus ini bukan berbasis daerah melainkan dibawa oleh manusia yang notabene bisa bergerak kemana saja. Virus tidak akan hidup jika tidak ada inangnya. Untuk itu, kata dia, peta persebaran menjadi tidak relevan.

"Saya umpamakan, di sebuah ruangan ada sekelompok orang yang semuanya positif Covid-19. Maka ruangan ini misalnya diberi tanda merah. Kemudian orang-orang itu semua keluar dari ruangan, apakah ruangan ini masih merah? Kan enggak," ujar Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2020.

Untuk itu, kata Yurianto, pemerintah tidak membuat peta persebaran melainkan gambaran pergerakan orang-orang positif Covid-19 ini. Namun, peta pergerakan itu pun tidak akan dibuka ke publik dengan alasan kekhawatiran masyarakat banyak yang belum memiliki edukasi yang baik soal virus corona ini.

"Apakah masyarakat kita sudah cukup dewasa? Wong, kita baru sebut nama orang saja sudah luar biasa heboh kan," ujar Yurianto.

Data terakhir per 11 Maret 2020, ada 34 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari 34 kasus itu, ada 8 pasien dari klaster Jakarta, sebanyak 19 kasus merupakan imported case (datang dari luar negeri) dan 1 kasus dari klaster ABK Diamond Princess.

Di luar klaster induk ini, ada 4 kasus dari sub klaster Jakarta. Sementara itu, 2 kasus lainnya tertular dari pasien positif yang masih merupakan keluarganya. (Kemenkes tidak memasukkan pasien yang tertular dari keluarga dalam klaster baru). Dari 34 kasus itu, tiga orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh.






Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

4 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

7 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

8 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

13 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

14 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

21 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.


Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

24 hari lalu

Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

Kim Jong Un akan memulai vaksinasi Covid-19 di Korea Utara. Dia khawatir jumlah kasus Corona naik karena musim dingin.


Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

31 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

Rusia mencatat pada Sabtu, 3 Agustus 2022, ada lebih dari 50 ribu kasus baru Covid-19 atau tertinggi dalam enam bulan


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

32 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

32 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.