Gara-gara Wabah Corona, Jokowi Minum Jamu Tiga Kali Sehari

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan konferensi pers terkait virus corona di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Presiden menyatakan 2 orang WNI yaitu seorang ibu dan anak di Indonesia telah positif terkena corona setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia. ANTARA

    Presiden Joko Widodo menyampaikan konferensi pers terkait virus corona di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Presiden menyatakan 2 orang WNI yaitu seorang ibu dan anak di Indonesia telah positif terkena corona setelah berinteraksi dengan Warga Negara Jepang yang berkunjung ke Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi punya kiat sendiri untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah merebaknya virus Corona di Indonesia. Jika biasanya Jokowi minum jamu bumbu dapur berupa rimpang-rimpangan satu kali sehari, kini Presiden minum jamu tiga kali sehari.

    "Saya biasanya minum jamu campuran temulawak, jahe, sereh, dan kunyit cuman pagi saja. Sekarang karena ada Corona, saya minum pagi, siang, malam," ujar Jokowi saat membuka acara Munas HKTI di Istana Negara, Jakarta pada Kamis, 12 Maret 2020.

    Tamu-tamunya yang datang ke istana pun, kata Jokowi, kini disuguhi jamu itu. "Jadi, tamu-tamu saya beri minuman itu, bukan teh," ujar Jokowi.

    Jokowi berkelakar, banyaknya rempah-rempah yang dia konsumsi mungkin saja menjadi penyebab naiknya harga rempah-rempah saat ini. "Harga rempah-rempah naik sampai 4-5 kali lipat.”

    Biasanya, kata Jokowi, mudah mencari rimpang-rimpangan. Presiden menduga keadaan itu karena dirinya lebih banyak minum jamu di saat virus Corona merebak. "Mungkin salah satu penyebab harganya naik itu karena saya minum tiga kali sehari," ujar Jokowi sambil tertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.