RSUP Sanglah Rawat 12 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga di depan ruang perawatan Nusa Indah, di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa, 3 Maret 2020.  Seorang pasien kasus corona meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali pada Rabu dinihari. ANTARA/Fikri Yusuf

    Petugas keamanan berjaga di depan ruang perawatan Nusa Indah, di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa, 3 Maret 2020. Seorang pasien kasus corona meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali pada Rabu dinihari. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali tengah merawat 12 pasien dengan status dalam pengawasan virus Corona.

    "Pagi ini terbaru, kita merawat ada 12 pasien dalam pengawasan, tadi hasil laboratorium sudah keluar enam dan bersyukur keenamnya negatif sedangkan enam pasien lainnya masih dalam pengawasan dan menunggu hasil laboratorium," kata Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar I Wayan Sudana di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis, 12 Maret 2020.

    Dari 12 pasien tersebut, kata Wayan, sembilan diantaranya adalah warga negara asing dan tiga lainnya WNI. "Jadi hari ini totalnya ada 12, karena pasien baru tadi pagi datang sehingga jadi 12, kalau kemarin kan ada 11. Jadi sekarang hampir setiap hari ada masuk ya," ujarnya.

    Meski enam pasien sudah dinyatakan negatif, Wayan mengatakan mereka masih akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan. "Sesuai dengan mekanisme standarnya kemarin, pasiennya itu sudah bagus secara fisik, setelah turun hasil labnya, nanti dokter akan cek sekali lagi dan kemungkinan besar bisa dipulangkan," kata dia.

    RSUP Sanglah sebelumnya diketahui merawat salah seorang pasien positif Corona. Pasien dengan nomor kasus 25 itu adalah seorang WNA perempuan berusia 53 tahun. Pemerintah menyatakan pasien itu meninggal bukan semata karena Corona. Pasien juga mengidap sejumlah penyakit, yaitu diabetes dan paru-paru.

    Wayan pun menjelaskan RSUP Sanglah memiliki 18 kamar untuk pasien dalam pengawasan COVID-19. "Mulai dari pertama kita siapkan empat, menjadi enam dan bertambah saat ini menjadi 18 kamar" kata dia.

    Selain itu, tenaga medis rumah sakit yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk penanganan pasien infeksi akan ditarik dari beberapa ruangan itu. "Ini kita atur setiap penambahan kita tarik lagi, jadi bagaimana penggunaan tenaga medis seefisien mungkin," kata Wayan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.