Raja dan Ratu Belanda Datang, Babak Baru Kerja Sama Belanda-UGM

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti menyaksikan tarian Lawung Ageng saat mengunjungi di Keraton Yogyakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Dalam kunjungan tersebut, mereka diajak ke Gedong Jene, tempat biasa Raja untuk menerima tamu negara dan melakukan pertemuan tertutup. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti menyaksikan tarian Lawung Ageng saat mengunjungi di Keraton Yogyakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Dalam kunjungan tersebut, mereka diajak ke Gedong Jene, tempat biasa Raja untuk menerima tamu negara dan melakukan pertemuan tertutup. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kunjungan Raja dan Ratu Belanda Willem-Alexander dan Maxima ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta Rabu, 11 Maret 2020 menandai babak baru kerja sama antara universitas tertua itu dengan institusi di Belanda di masa mendatang. Perwakilan dari Dutch Universities Association, Prof. Wim van den Doel, memaparkan tiga rencana kolaborasi, salah satunya program Week for Indonesian-Netherlands Education and Research (WINNER) 2020 kerja sama antara institusi tersebut dengan LIPI.

    “Saya mengundang kalian semua untuk bisa mengikuti program ini. Ini adalah kegiatan yang baik sekali,” kata Van den Doel di UGM, Yogyakarta.

    Doel juga mengumumkan pembentukan Boscha Medal yang merupakan penghargaan terhadap ilmuwan Indonesia dan Belanda yang memberikan kontribusi berarti pada perkembangan ilmu pengetahuan dan relasi antara Indonesia dan Belanda. Ia meminta UGM untuk dapat menominasikan kandidat yang layak untuk menerima penghargaan itu melalui Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia.

    Untuk mendorong kerja sama ilmiah antara Indonesia dan Belanda, pemerintah kedua negara juga meluncurkan program hibah penelitian senilai 3 juta Euro. Hibah ini memberi kesempatan kepada peneliti Indonesia dan Belanda untuk bekerja sama dalam penelitian dengan dana bersama dari kedua negara. 

    Peluncuran hibah ini secara simbolik ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Belanda dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Pendaftaran hibah ini sudah dimulai pekan depan, sehingga peminat diminta mulai mempersiapkan proposal.

    “Kami mengharapkan proposal penelitian yang interdisipliner, dan ini menjadi upaya bersama untuk menciptakan langkah-langkah di masa depan,” kata Sebastiaan den Bak dari Netherlands Organisation for Scientific Research yang turut dalam kunjungan Raja dan Ratu Belanda, kemarin .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.