Yurianto: Balitbangkes Bisa Periksa 1.700 Spesimen Corona Perhari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengenakan pakaian steril saat akan memasuki Labotarium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. Balitbangkes merilis data terbaru hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan Virus Corona per 10 februari 2020 pukul 18.00 WIB, total kasus yang spesimennya dikirim ke Laboratorium Balitbangkes sebanyak 64 kasus, sebanyak 62 kasus uji spesimen hasilnya negatif novel coronavirus dan dua masih dalam pemeriksaan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Petugas medis mengenakan pakaian steril saat akan memasuki Labotarium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020. Balitbangkes merilis data terbaru hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan Virus Corona per 10 februari 2020 pukul 18.00 WIB, total kasus yang spesimennya dikirim ke Laboratorium Balitbangkes sebanyak 64 kasus, sebanyak 62 kasus uji spesimen hasilnya negatif novel coronavirus dan dua masih dalam pemeriksaan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Balitbangkes masih menyanggupi untuk memeriksa sampel spesimen COVID-19.

    "Kapasitas Litbangkes untuk memeriksa sekitar 1.700 sample per hari. Masih mampu," kata Yurianto di Kantor Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.

    Saat ini, Balitbangkes masih menjadi pusat pemeriksaan spesimen virus Corona di Indonesia. Dengan kapasitas sebanyak itu, Yurianto mengatakan jumlah spesimen total yang diperiksa hingga saat ini totalnya baru 736 spesimen.

    Sebelumnya, Yurianto mengatakan memang tak semua orang dapat memeriksakan dirinya untuk tes Corona. Hanya pasien yang mendapat rekomendasi dari dokter yang kemudian diperiksa spesimennya di Balitbangkes.

    Namun penyebaran virus Corona semakin meluas hingga ke luar Jakarta. Hingga Rabu, 11 Maret ini diketahui ada 34 kasus yang dinyatakan positif.

    Penyebarannya tak hanya di Jakarta dan Depok, namun juga sampai di Bali. Karena itu, Achmad Yurianto mengatakan pemerintah berencana membuat Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan (BBTKL) agar bisa ikut memeriksa spesimen. "Sekarang petugasnya sedang ada di Litbang untuk ditranining, dilatih, untuk bisa melakukan di BPTKL. Dan itu tersebar di Indonesia," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.