Mengenal Gejala Klinis Ringan-Sedang Pasien Positif Corona

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Yuri menyatakan seorang WNA menjadi pasien Positif Virus Corona Covid-19 pertama yang meninggal di Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Yuri menyatakan seorang WNA menjadi pasien Positif Virus Corona Covid-19 pertama yang meninggal di Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah mengumumkan telah ada penambahan 7 kasus positif Corona di Indonesia per Rabu, 11 Maret 2020. Hal ini menggenapkan jumlah kasus positif Corona menjadi 34 kasus.

    Meski begitu, Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan tak semua pasien positif ini mengalami gejala terkena penyakit berat. Bahkan 5 dari 7 pasien yang diumumkan pada Rabu disebut mengalami gejala klinis ringan-sedang.

    "Kondisi rata-rata nampak sakit ringan-sedang, kecuali nomor 30 dan 29 dan semuanya imported case," kata Yurianto di Kantor Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.

    Yurianto mengatakan gejala klinis ringan-sedang ini ditunjukkan dengan beberapa hal. Ia mengatakan umumnya 80 persen pasien panas, 60 persen juga mengalami batuk, dan 50 persennya lagi juga mengalami pilek. Mereka akan digolongkan mengalami gejala berat jika mengalami kesulitan bernapas ditandai dengan pneumonia.

    Yurianto mengatakan pneumonia menyebabkan daya tahan tubuh pasien melemah. Jika terus memburuk, pasien itu akan jatuh pada kondisi kekurangan oksigen. Begitu kekurangan oksigen ia akan mengalami kompleks organ.

    "Yang terkena akan diawali dengan gagal ginjal, gagal jantung, kegagalan liver, hingga akan jatuh pada multiorgan failure. Beberapa organ gagal. Ini yang menyebabkan kematian" kata Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.