WNI Memilih Bertahan Meski Italia Diisolasi Akibat Corona

Seorang seniman jalanan tampil di dekat Kastil Sant'Angelo di Roma, Italia, 8 Maret 2020. Beberapa spot wisata di Roma tampak sepi setelah virus Corona menyebar di kawasan tersebut. Xinhua/Alberto Lingria

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Italia, Rieska Wulandari, tak meminta dievakuasi pulang ke Indonesia di tengah wabah virus corona. Rieska mengatakan dia akan tetap di Italia kendati negara itu tengah diisolasi.

"Kami lebih memilih sabar di sini, kami tinggal di sini enggak apa-apa," kata Rieska kepada Tempo, Rabu, 11 Maret 2020.

Perempuan yang tinggal di Kota Milan sejak 2010 itu memilih bertahan dengan beberapa alasan. Pertama, dia menilai pemerintah Italia sudah melakukan antisipasi penyebaran virus corona dengan baik.

"Pemerintah Italia transparan, kesehatan dijamin, kalau sakit kami sudah tahu harus apa," ujar Rieska.

Kedua, Rieska khawatir jika ternyata malah menjadi pembawa virus corona ke Indonesia. Dia tak ingin kepulangannya malah berpotensi menginfeksi keluarganya di Tanah Air jika dia ternyata membawa virus tersebut.

"Banyak mahasiswa yang ingin pulang, saya sarankan jangan. Kalau pulang malah jadi carrier (pembawa), itu kan berbahaya," kata dia.

Pemerintah Italia telah menutup seluruh negara itu demi mencegah penyebaran virus corona pada Senin petang, 9 Maret 2020. Dengan lebih dari 10 ribu kasus dan 631 meninggal, Italia menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di Benua Eropa.

Rieska bercerita, pemerintah Italia melarang kegiatan berkumpulnya banyak orang di suatu tempat. Jika ada orang yang dinyatakan positif Covid-19 di sebuah apartemen, maka seluruh penghuni gedung yang sama akan dikarantina.

Masyarakat juga diminta tak menggelar pesta pernikahan dan tak menghadiri pemakaman. Sekolah dan kampus diliburkan, para siswa dan mahasiswa diberi tugas secara online. Di ruang publik seperti supermarket, petugas keamanan toko juga mengatur jarak satu orang dan orang lainnya yang mengantre.

"Saya secara praktis mengurangi appointment yang enggak penting. Selektif juga dalam bepergian dan bertemu orang," kata Rieska.

Rieska melanjutkan, sejauh ini dirinya terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma. Para WNI di sana didata dengan mengisi formulir online yang disediakan KBRI.

Sebelumnya melalui surat imbauan, KBRI di Roma meminta WNI di Italia untuk tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan. KBRI juga mengimbau para WNI untuk mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah Italia.

Dari Indonesia, Kementerian Luar Negeri juga terus memantau kondisi WNI di Italia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengatakan hingga saat ini memang tak ada opsi untuk memulangkan para WNI dari Italia.

"Konsentrasi saat ini adalah memastikan mereka dalam kondisi baik melalui komunikasi yang dijalin," kata Faizasyah kepada Tempo, Rabu, 11 Maret 2020.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

3 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

6 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

7 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

12 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

13 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

21 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.


Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

23 hari lalu

Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

Kim Jong Un akan memulai vaksinasi Covid-19 di Korea Utara. Dia khawatir jumlah kasus Corona naik karena musim dingin.


Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

30 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

Rusia mencatat pada Sabtu, 3 Agustus 2022, ada lebih dari 50 ribu kasus baru Covid-19 atau tertinggi dalam enam bulan


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

31 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

32 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.