Upaya Pelacakan Kontak Pasien Kasus 27 Corona Masih Buntu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan upaya pelacakan kontak pasien nomor 27 positif corona masih belum membuahkan hasil. Pemerintah masih belum dapat mengetahui dari mana pasien itu tertular.

    "Nomor 27 tracing-nya masih dilaksanakan terus, tetapi kontak dekat keluarga dan sebagainya sudah kami pastikan, dan beberapa kali kami periksa negatif," kata Yurianto di Kantor Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.

    Pasien nomor 27 ini digolongkan pemerintah sebagai kasus transmisi lokal. Pasalnya, pemerintah tak bisa mengaitkan dengan kasus positif yang sudah ada sebelumnya. Ia tidak tertular dari luar negeri (imported case) maupun dari jejak pasien corona sebelumnya yang telah ada.

    "Dari awal tadi saya kasih tahu memang sulit melaksanakan tracing ini, tetapi tetap harus kita lakukan," kata Yurianto.

    Yurianto mengatakan kasus 27 ini didapatkan pemerintah dari laporan pasien sendiri. Kasusnya diketahui setelah ia datang sendiri ke rumah sakit. "Iya, dia merasa tidak enak. Iya (dia berinisiatif sendiri)," ujar dia.

    Pasien 27 diumumkan sebagai pasien positif corona kemarin. Ia menjadi satu-satunya kasus transmisi lokal yang diumumkan dari total 27 kasus positif yang diumumkan pemerintah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.