Wakapolri Minta Masyarakat Tak Terjebak Politik Identitas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menari Papua saat pemusnahan barang bukti narkoba yang disita selama tahun 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menari Papua saat pemusnahan barang bukti narkoba yang disita selama tahun 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI atau Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono meminta kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para civitas akademika, agar tak terjebak pada politik identitas.

    Sebab, civitas akademika memiliki tanggung jawab untuk menjalankan peran sebagai guardian of value. "Menjaga nilai kebhinekaan dan pancasila," ujar Gatot saat mengisi kuliah umum di Universitas Riau pada Rabu, 11 Maret 2020.

    Gatot menilai, politik identitas di Indonesia kini semakin masif. Apalagi ditambah adanya berita bohong atau hoaks, media sosial dan fenomena post-truth. "Semua ini saling berkaitan dan dapat mengganggu demokrasi di Indonesia," kata dia.

    Maka dari itu, Gatot minta kepada civitas akademika untuk membentuk perlawanan terhadap politisasi identitas. Caranya dengan menjaga demokrasi dalam kebhinekaan, di mana kebebasan yang dimiliki setiap individu harus tetap taat kepada hukum.

    "Jadilah orang yang luar biasa dengan berbuat sesuatu yang luar biasa yang tidak dibuat oleh orang lain. Tentunya dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika," kata Gatot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.