Solusi Masalah Papua, Ma'ruf Amin: Pendekatan Kita Kesejahteraan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, 11 Maret 2020. KIP Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, 11 Maret 2020. KIP Setwapres

    TEMPO.CO, Mataram - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah terus mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di Papua. Salah satunya dengan upaya kesejahteraan. "Pemerintah punya komitmen baik membangun keutuhan wilayah NKRI khususnya di Papua, pendekatan kita adalah kesejahteraan," kata Ma'ruf di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Rabu, 11 Maret 2020.

    Pemerintah berencana mengurangi kesenjangan dan ketidakpuasan di Papua dengan melakukan pembangunan fisik, seperti infrastruktur, pembangunan pendidikan, dan fasilitas lainnya. "Karena itu pemerintah akan terus melakukan upaya pendekatan sejauh mana sebenarnya apa yang menjadi masalah-masalah Papua," ujar Ma’ruf.

    Gerombolan kelompok kriminal bersenjata baru-baru ini melakukan teror terhadap warga Tembagapura dengan melakukan intimidasi, menempati kampong, bahkan menodongkan senjata api. Teror membuat warga sejumlah kampung ketakutan sehingga meminta dievakuasi.

    Penduduk yang dievakuasi antara lain berasal dari kampung Utikini, Longsoran, Kimberly, dan Banti. Evakuasi telah dilakukan sejak Jumat lalu.

    Teror yang dilakukan gerombolan bersenjata itu sejak pekan lalu telah membuat sekitar 1.500 warga dari sejumlah kampung di Tembagapura mengungsi ke Kota Timika. Mereka mengungsi karena ketakutan.

    Gerombolan bersenjata juga terlibat baku tembak dengan aparat keamanan di Papua. Seorang anggota Brimob dan TNI tewas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.