1 Kasus Corona Transmisi Lokal, Belum Diketahui Asal Penularannya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memarkir mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. Satu orang warga negara asing (WNA) yang diduga suspect virus corona (Covid-19) sudah dipulangkan.  ANTARA

    Petugas memarkir mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. Satu orang warga negara asing (WNA) yang diduga suspect virus corona (Covid-19) sudah dipulangkan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari delapan kasus baru pasien positif virus corona, pemerintah menyatakan satu kasus belum diketahui asal penularannya. Pasien yang merupakan laki-laki usia 33 tahun itu teridentifikasi sebagai kasus 27.

    "Kami menduga local transmission, karena belum diketahui dari mana asalnya sebab bukan imported dan juga bukan bagian klaster lain," ujar Juru bicara penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2020.

    Menurut Yuri, tim sudah memeriksa pasien dengan kode 27 tersebut dan dipastikan yang bersangkutan bukan pulang berpergian dari luar negeri. Pasien juga belum terlalu memiliki kontak dekat dengan pasien positif Covid-19 sebelumnya.

    "Kami bertanya apakah ada temannya yang sakit, yang bersangkutan juga masih belum jelas siapa temannya. Tapi kami akan tetap lakukan tracing. Maka kami sebut kasus transmisi tanda tanya. Kami akan cari ini terkait sama (pasien positif Covid-19) yang mana ini," ujar dia.

    Yurianto mengatakan, ada juga kemungkinan bahwa pasien ini tertular dari luar klaster-klaster yang sebelumnya. "Kemungkinan ada, kan masih tanda tanya. Kalau tanda tanya sih jawabannya apa saja, ini kan masih kita tracing terus ya," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.