Kecelakaan Speedboat, Jenazah Dandim Kapuas Dibawa ke Klaten

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban insiden tabrakan

    Korban insiden tabrakan "speedboat" atau kapal cepat berhasil ditemukan di Sungai Sebangau Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenazah salah satu korban kecelakaan speedboat di Sungai Sebangau, yaitu Komandan Kodim 1011 Kuala Kapuas, Letnan Kolonel Kav Bambang Kristianto Bawono akan diterbangkan ke kampung halamannya di Desa Manjung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

    "Dari informasi, jenazah tidak dibawa ke Kapuas dan saat ini berada di Aula Markas Korem. Rencananya hari ini diterbangkan ke Jawa Tengah," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Andreas Nuah di Kuala Kapuas, Selasa, 10 Maret 2020.

    Andreas pun mengatakan Pemerintah Kabupaten Kapuas merasa kehilangan sosok sahabat yang terbilang selalu aktif dalam membantu serta memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan daerah setempat. Almarhum, kata dia, dikenal sebagai sosok yang murah senyum dan mudah bergaul.

    Bambang Kristianto adalah salah satu korban tewas dalam kecelakaan speedboat antara kapal milik Dinas Kehutanan Kalteng dengan kapal milik TNI yang terjadi di Sungai Sebangau pada Senin siang. Bambang bersama rombongan Paspampres tengah melakukan peninjauan menjelang kedatangan Raja dan Ratu Belanda ke Palangka Raya.

    Ada 27 korban yang terlibat dalam kecelakaan itu. Sebanyak tujuh orang diantaranya tewas. Selain Bambang, korban tewas lain adalah pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dsn Kehutanan.

    "Kami dari pemerintah daerah sangat terkejut atas kehilangan sosok teman sahabat dan saudara terkasih kami ini. Karena beliau ini, (Dandim) selalu aktif dalam kegiatan pemerintahan," kata Andreas.

    Almarhum Dandim 1011 Kuala Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono yang tewas di Sungai Sebangau itu meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara