LBH Pers Paparkan Kejanggalan Gugatan Kementan Terhadap Tempo

Jusdian Riduan Siahaan saat menunjukkan foto yang tertera di pemberitaan Majalah Tempo saat memberikan keterangan pers usai melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers terkait pemberitaan Majalah Tempo edisi 9-15 September berjudul "Gula-Gula Dua Saudara" di Dewan Pers, Jakarta, Senin, 9 September 2019. Menurut Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jusdian Riduan Siahaan, pemberitaan Majalah Tempo terkesan menyudutkan dan merugikan Kementerian Pertanian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Pers selaku kuasa hukum PT Tempo Inti Media menyerahkan eksepsi pada sidang lanjutan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 9 Maret 2020. Eksepsi itu untuk menjawab surat gugatan yang dibacakan pihak Penggugat dalam hal ini Kementerian Pertanian atau Kementan.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pers, Ade Wahyudin, mengatakan langkah Kementerian Pertanian yang mencampuradukkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dengan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, tak tepat. 

“Apabila ada media yang pemberitaannya diduga melanggar atau beritanya menyalahi fungsinya seperti dalam UU Pers maka mekanisme penyelesaian sengketa pers harus menggunakan UU Pers,” kata Ade yang juga kuasa hukum Tempo, melalui keterangan tertulis, Senin 9 Maret.

Masing-masing tergugat telah menyerahkan eksepsi secara masing-masing, yang pada pokoknya menegaskan gugatan yang diajukan Kementan terhadap PT Tempo Inti Media Tbk tidak tepat. Ade menjelaskan, bahwa salah satu alasannya karena objek perkara bukan merupakan kewenangan dari Pengadilan Negeri untuk mengadili.

Kementerian Pertanian menggugat produk pemberitaan Majalah Tempo Edisi 4829 tanggal 9-15 September 2019 yang berjudul “Berita Investigasi Swasembada Gula: Cara Amran dan Isam”. Dalam edisi tersebut. Penggugat mempermasalahkan dua materi berita yang berjudul: Gula-Gula Dua Saudara (halaman 4-45), dan Dua Andi Satu Heli (halaman 46).

Ade menjelaskan, bahwa Menteri Pertanian yang dulu dijabat oleh Amran Sulaiman tidak menjelaskan keabsahan kedudukannya sebagai menteri atau yang mewakili Kementerian Pertanian RI. Sebab surat kuasa yang digunakan kuasa penggugat untuk mengajukan gugatan tidak disertai pencantuman Surat Keputusan Presiden RI tentang pengangkatan Penggugat sebagai Menteri Pertanian RI.

Kemudian, surat kuasa tersebut, kata Ade, juga sebenarnya tidak dapat digunakan di persidangan. Sebab bukanlah surat kuasa khusus. Alasannya, surat kuasa itu tidak menuliskan secara spesifik maksud dan tujuan pemberian kuasa. "Misal untuk keperluan pengajuan gugatan PMH terkait pemberitaan pers," ujarnya.






Kementan: Indonesia Kaya Pangan Lokal Alternatif Hadapi Krisis Pangan

10 jam lalu

Kementan: Indonesia Kaya Pangan Lokal Alternatif Hadapi Krisis Pangan

Kementerian Pertanian menegaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.


Mentan Syahrul Ajak Petani Milenial Antisipasi Krisis Pangan Global

11 jam lalu

Mentan Syahrul Ajak Petani Milenial Antisipasi Krisis Pangan Global

Petani milenial bertekad berdiri di garda terdepan untuk mengantisipasi kiris pangan global.


Pengelola P4S dan Petani Milenial Kolaborasi Antisipasi Krisis Pangan

12 jam lalu

Pengelola P4S dan Petani Milenial Kolaborasi Antisipasi Krisis Pangan

Petani milenial bisa lebih kreatif melakukan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.


Makanan dan Minuman Manis Bisa Bikin Ketagihan, Kenapa?

16 jam lalu

Makanan dan Minuman Manis Bisa Bikin Ketagihan, Kenapa?

Gula mengaktifkan rangsangan candu di otak yang mengarah perilaku memaksa atau kompulsif untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis


Kementan Genjot P4S sebagai Pembaharu Desa

1 hari lalu

Kementan Genjot P4S sebagai Pembaharu Desa

Peran P4S sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan global.


Mentan Akan Tarik Penyuluh Pertanian di Bawah Koordinasi Kementan

1 hari lalu

Mentan Akan Tarik Penyuluh Pertanian di Bawah Koordinasi Kementan

Mentan mengaku, ia telah menyampaikan keinginan itu sejak bertahun-tahun lalu.


Mentan Klaim RI Paling Siap Hadapi Krisis Pangan: Makan Sagu Saja

1 hari lalu

Mentan Klaim RI Paling Siap Hadapi Krisis Pangan: Makan Sagu Saja

Menurut Syahrul, kesiapan Indonesia menghadapi krisis pangan terbukti dari kenaikan ekspor tahun lalu sebesar 38 persen.


Mentan: Stok Beras Aman, Kalau Harga Jangan Tanya Saya

1 hari lalu

Mentan: Stok Beras Aman, Kalau Harga Jangan Tanya Saya

Sebelumnya di pasaran, harga beras naik hingga sekitar Rp 2.000 per kilogram. Ada dugaan penguasaan pasar oleh swasta.


Wapres: Indonesia Negara Paling Aman Pangannya di Seluruh Dunia

1 hari lalu

Wapres: Indonesia Negara Paling Aman Pangannya di Seluruh Dunia

Jajaran Kementan telah berbuat banyak untuk kemajuan Indonesia


Wapres Sebut Sektor Pertanian Bantalan Krisis Pangan dan Pandemi

2 hari lalu

Wapres Sebut Sektor Pertanian Bantalan Krisis Pangan dan Pandemi

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong pertanian menjadi salah satu bantalan demi mengantisipasi krisis ekonomi dunia.