280 Orang Masuk Kategori Dalam Pengawasan Covid-19 di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 24 Januari 2020. RSHS menyiapkan ruangan inap khusus dengan lima tempat tidur serta Tim Dokter dan petugas medis khusus yang siap siaga jika ada pasien suspek atau terinfeksi Virus Corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, mengatakan saat ini ada 280 orang yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tapi belum terkonfirmasi Covid-19 di Jawa Barat.

    “Sampai dengan hari ini, di Jawa Barat, ada kurang lebih hampir 280 orang yang PDP, kalau Orang Dalam Pemantauan (ODP) sekitar 533 orang,” kata Berli di Bandung, Senin, 9 Maret 2020.

    Berli mengatakan, data tersebut adalah akumulasi hasil laporan seluruh daerah di Jawa Barat. 

    Berli mengatakan, dari ratusan kasus tersebut hanya sebagian kecil menjalani perawatan di rumah sakit. “Ada yang rawat jalan. Makanya tadi, jumlahnya banyak, tapi yang dirawat di Rumah Sakit hanya beberapa orang, enggak sampai 30 orang,” kata dia.

    Berli mengatakan, terduga Covid-19 dengan status PDP tersebut sebagian besar diminta karantina mandiri. “Biasanya gejalanya masih ringan, tapi sudah menunjukkan ke arah (gejala) Covid-19, ada demam, batuk, pilek, kemudian sesak nafas tapi tidak terlalu berat. Apabila gejalanya makin berat, akan langsung dibawa,” kata dia.

    Berli mengaku, seluruh terduga Covid-19 itu tengah di sisir untuk dilakukan pengambilan sampel. 

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah sudah menggunakan sistem klaster untuk penelusuran kasus virus corona di Jawa Barat. “Pemerintah sudah melakukan klasterisasi,” kata dia, di Bandung, Senin, 9 Maret 2020.

    Ridwan Kamil mengaku setuju dengan penelusuran tersebut. “Yang penting penelusuran sudah dilakukan,” kata dia. “Saya kira itu sudah betul, kita harus fokus ke sumber yang pertama di Indonesia itu.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.