Balas Kunjungan Firli, Rombongan Pimpinan MPR Sambangi KPK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) dan Ketua KPK Firli Bahuri (kanan) saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. MPR menyampaikan pesan-pesan dan mengingatkan agar KPK menaruh perhatian terhadap kasus yang berpotensi merugikan keuangan negara juga kepentingan masyarakat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) dan Ketua KPK Firli Bahuri (kanan) saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. MPR menyampaikan pesan-pesan dan mengingatkan agar KPK menaruh perhatian terhadap kasus yang berpotensi merugikan keuangan negara juga kepentingan masyarakat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Rombongan pimpinan Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) mengunjungi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2020. Mereka yang datang di antaranya, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Jazilul Fawaid, Zulkifli Hasan dan Arsul Sani.

    Kelima pimpinan MPR itu sempat berfoto, namun enggan berkomentar. Yang datang belakangan dua Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan Fadel Muhammad. Setibanya di KPK, Hidayat Nur Wahid mengatakan kunjungan ini merupakan silaturahmi balasan.

    "Kunjungan balasan, dari kunjungan sebelumnya Ketua KPK ke MPR," kata politikus PKS ini. Ini kelanjutan pimpinan MPR melakukan silaturahmi kebangsaan.

    Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri cs mengunjungi MPR pada 14 Januari 2020. Kala itu Firli membawa serta empat wakilnya ke gedung MPR.

    Seusai pertemuan, Bambang mengatakan kunjungan itu merupakan silaturahmi. "Intinya adalah perkenalan pimpinan KPK yang baru kemudian silahturahmi saja," kata dia kala itu. Dalam pertemuan itu, Bambang juga meminta KPK untuk memantau kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.