Ketua DPR Sebut Negara Tak Akan Maju Jika Perempuan Tertinggal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meninjau Pameran Rempah-Rempah di Rakernas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/ Fikri Arigi.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meninjau Pameran Rempah-Rempah di Rakernas PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu 11 Januari 2020. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, JakartaKetua DPR Puan Maharani turut angkat bicara mengenai Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day 2020 yang jatuh pada Ahad kemarin, 8 Maret. Puan mengatakan pemberdayaan perempuan harus menjadi agenda bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

    "Saya percaya negara tidak mungkin sejahtera dan maju jika para perempuannya tertinggal," kata Puan dalam keterangan tertulis pada Ahad malam, 8 Maret 2020.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini berujar ia selalu mengingatkan kepada semua pihak agar menyertakan perempuan dalam seluruh proses pembangunan. Partisipasi perempuan itu pun harusnya bukan sekadar kebijakan afirmatif, tetapi kesadaran atas penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

    Tanpa kesadaran akan penghargaan harkat dan martabatnya sebagai manusia, kata Puan, maka perempuan akan terus menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.

    "Oleh karena itulah, masih diperlukan berbagai upaya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan memfasilitasi berbagai program dalam rangka memperkuat peran perempuan secara konsisten," kata Puan.

    Puan mengatakan saat ini perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang, mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan lainnya. Namun dia sekaligus mendorong agar perempuan terus meningkatkan kapasitas dirinya.

    "Menghadapi tantangan masa depan, perempuan juga harus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri, serta harus semakin mampu mengorganisir, dan menghasilkan kepemimpinan perempuan yang inspiratif," ujar Puan.

    Puan meyakini, inti pembangunan kesetaraan dan keadilan gender bukanlah meneguhkan siapa yang mendominasi dan didominasi, melainkan menemukan koridor untuk saling berbagi secara adil dalam segala aktivitas kehidupan tanpa membedakan jenis kelaminnya. "Inilah semangat yang harus kita tanamkan bersama dalam membangun dunia dimana perempuan dan laki-laki dalam harkat, martabat, kemajuan dan kesejahteraaan yang sama," kata dia.

    Sebagai Ketua DPR, Puan menekankan ada beberapa agenda yang perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender. Yakni perlunya meningkatkan pemahaman dan perspektif perempuan bahwa perempuan dapat berperan di berbagai sektor; meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran perempuan dalam pembangunan; penguatan regulasi nasional untuk menjamin peran perempuan; dan membangun kerja sama antarkelompok dan negara untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi peran perempuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.