MPR Minta Pemerintah Antisipasi Corona Agar Tak Ganggu Pilkada

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid meminta pemerintah bisa mengantisipasi penyebaran virus Corona dengan baik agar tak mengganggu tahapan Pilkada 2020 yang sudah dimulai.

    "Kalau Indonesia tidak mengantisipasi, Pilkada itu 2020 lho, itu bisa-bisa ditunda," kata Jazilul usai sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gresik, Jawa Timur, Ahad, 8 Maret 2020.

    Jazilul khawatir masyarakat akan takut menyalurkan suara saat pemungutan suara secara langsung karena tak ingin tertular virus Corona.

    Meski begitu, Wakil Ketua Umum PKB itu mengimbau masyarakat untuk tidak panik berlebihan terkait wabah COVID-19. "Kepanikan lebih dari penyakit itu sendiri. Jangan sudah kena penyakit, tambah sakit lagi," kata dia.

    Kekhawatiran serupa juga sempat diungkapkan oleh Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna. "Kami sangat berharap, adanya kasus virus Corona ini tidak mempengaruhi tahapan Pilkada Depok 2020 yang sedang kita helat dan pencoblosan pada 23 September 2020," kata dia.

    Sampai saat ini, KPU RI menyebut wabah COVID-19 belum mempengaruhi jalannya tahapan Pilkada 2020. Karena itu, KPU menilai belum perlu dilakukan tindakan-tindakan perubahan tahapan pilkada, termasuk yang melibatkan massa, seperti kampanye.

    Ketua KPU Arief Budiman bahkan telah menyatakan sebanyak 270 daerah sudah siap melaksanakan pilkada serentak itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.