Pemerintah Sebut Kondisi 4 Orang Positif Virus Corona Membaik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    Juru bicara informasi wabah COVID-19 dr. Achmad Yurianto saat memberikan keterangan pers terkait penanganan wabah COVID-19 di Kantor Staf Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona atau covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan kondisi empat pasien positif Corona di Indonesia, telah semakin membaik. 

    "Kasus nomor 3 dan 4 sudah tidak demam lagi. Kemarin, kami laporkan masih demam. Sekarang sudah tidak demam, tapi masih batuk. Pileknya juga banyak berkurang. Sudah tidak kelihatan letih lesu lemah," kata Yurianto di Kantor Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Maret 2020.

    Yurianto mengatakan dengan perawatan terus menerus, ia yakin mereka akan segera sembuh. Jika telah sembuh, pasien 3 dan 4 sebut dapat segera pulang. Sama halnya dengan mereka, pasien 1 dan 2 juga menunjukkan tanda sembuh.

    "Kami tinggal menunggu hasil laboratorium. Kalau sudah negatif, maka dengan dua kali pemeriksaan berturut-turut negatif maka sudah boleh dipulangkan," kata Yurianto.

    Ia mengatakan secara keseluruhan, para pasien yang dirawat di rumah sakit dirawat tanpa menggunakan alat bantu apapun. Selang oksigen hingga infus tak digunakan sama sekali bagi mereka. Yurianto menyebut mereka masih mampu melakukan rawatan mandiri. "Artinya bisa makan sendiri, bisa  ke kamar mandi sendiri dan melakukan aktivitas yang lain," kata dia.

    Ia menegaskan saat ini yang paling penting adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap fit. Ketahanan imun harus kuat agar bisa sembuh. Selama ini, Achmad Yurianto mengatakan kasus pasien yang berhasil sembuh karena ketahanan imunnya terus diperkuat. Ini pula yang saat ini tengah dilakukan pemerintah pada para pasien positif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.