Finalis Putri Indonesia Gagap Pancasila, BPIP Usulkan Upacara

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fnalis Puteri Indonesia 2020 dari seluruh provinsi, berfoto bersama seusai melakukan kunjungan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2020. Ke-39 finalis Putri Indonesia ini, mendapatkan pembekalan tentang pemberantasan dan pencegahan korupsi dari KPK, selain itu mereka juga menjalani serangkaian kegiatan pelatihan beauty class, koreografi, pembekalan etika berbusana dan table manner, pembekalan motivasi dari Badan Narkotika Nasional. TEMPO/Imam Sukamto

    Fnalis Puteri Indonesia 2020 dari seluruh provinsi, berfoto bersama seusai melakukan kunjungan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2020. Ke-39 finalis Putri Indonesia ini, mendapatkan pembekalan tentang pemberantasan dan pencegahan korupsi dari KPK, selain itu mereka juga menjalani serangkaian kegiatan pelatihan beauty class, koreografi, pembekalan etika berbusana dan table manner, pembekalan motivasi dari Badan Narkotika Nasional. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Antonius Benny Susetyo menyarankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan kembali upacara bendera setiap Senin. Hal ini ia sampaikan menanggapi finalis Putri Indonesia Kalista Iskandar yang tidak hafal Pancasila.

    "Masalah bukan kesalahan finalis Putri Indonesia saja, tetapi sejak reformasi pendidikan moral Pancasila dan upacara bendera tiap Senin ditiadakan," kata dia saat dihubungi, Ahad, 8 Maret 2020.

    Sebelumnya, Kalista gagal menyebutkan sila-sila Pancasila pada final Pemilihan Puteri Indonesia 2020. Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta finalis asal Sumatera Barat ini menyebutkan lima sila. Akan tetapi, Kalista tak bisa menyebutkan dengan benar sila keempat dan kelima. Ia bahkan menyebut sila dengan “nomor”.

    Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny mengatakan Upacara Senin penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila yang dibacakan setiap upacara dinilainya dapat membantu siswa untuk secara otomatis hafal dengan setiap sila, dan kemudian memahaminya.

    Ia mengakui ada resistensi dari masyarakat yang menganggap upacara bendera sebagai produk Orde Baru. Ia meminta masyarakat memahami bahwa upacara bendera juga penting untuk melatih disiplin, selain menanamkan nilai Pancasila dalam diri siswa. "Upacara bendera setiap Senin menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan pembentukan karakter."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.