Jumenengan 32 Tahun, Sultan HB X Ungkap Amanat Sakral Ayahanda

Sri Sultan Hamengku Bawono menyampaikan pidato pada acara peringatan Jumenengan Dalem di Pagelaran, Keraton Yogyakarta, 18 Mei 2015. Sri Sultan HB X dinobatkan sebagai Raja Mataram Islam sejak 7 Maret 1989. TEMPO/Pius Erlangga.

TEMPO.CO, Yogyakarta - Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta tampak bermandi cahaya dari kejauhan pada Sabtu petang, 7 Maret 2020. Malam itu, Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X genap jumenengan atau bertahta selama 32 tahun menurut tarikh Jawa atau 31 tahun berdasar tarikh Masehi.

Ia dinobatkan sebagai raja ke-10 pada Selasa Wage, 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb Tahun Wawu 1921.

Raja yang sebelum dinobatkan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Hario (KGPH) Mangkubumi itu menuturkan momentum peringatan jumenengan dapat senantiasa memberi berkah dan rahmat agar selalu ditunjukkan di jalan lurus Allah.

"Jalan yang 31 tahun lalu saya ikrarkan dengan peneguhan tekad 'tahta bagi kesejahteraan sosial-budaya masyarakat'," ujar Sultan.

Sultan menuturkan ayahandanya, Sri Sultan HB IX, telah mengamanahkan kepadanya tekad yang memuat lima pesan yang harus selalu ia pegang teguh selama menjalankan kewajiban sebagai seorang raja. Sultan HB X dilarang bergeser barang se-inci pun dari tugas kesejarahan 'Tahta Untuk Rakyat'.

Lima tekad itu, pertama adalah tidak memiliki prasangka, iri, dan dengki pada siapapun. Kedua, tetap merengkuh orang lain walaupun yang bersangkutan tidak senang bahkan menaruh kebencian. Ketiga, tidak melanggar paugeran (adat istiadat) negara. Keempat, lebih berani mengatakan yang benar adalah benar dan salah adalah salah. Terakhir, tidak memiliki ambisi apapun kecuali hanya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Sebagai Sultan sekaligus Gubernur di era Yogya Istimewa saat ini, lalu apa amanatnya?

"Saya akan tetap menyalakan api semangat dari nama penuh makna itu, lebih dari sekedar pewaris tahta dan kedudukan sebagai sultan dan gubernur saja," ujar Sultan.

Langkah lanjut atas pertanyaan itu, Sultan menuturkan bertekad merevitalisasi peneguhan tekad itu dengan cara membangkitkan gerakan kebudayaan untuk mewujudkan mimpi rennaisance Yogyakarta.

Dalam peringatan jumenengan itu digelar pembukaan pameran budaya Jawa Abalakuswa : Hadibusana Keraton Yogyakarta di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta. Pada gelaran ini turut ditampilkan Fragmen Golek Menak dengan lakon ‘Jayengrana Jumeneng Nata' yang dapat disaksikan oleh masyarakat umum.

Adapun jalan ceritanya mengisahkan seorang Amir Ambyah (putra dari Adipati Mekkah, Abdul Mutolib), yang merupakan nama kecil dari Tiyang Agung Jayengrana yang sangat nakal saat masih kecil. Memasuki masa remaja dan dewasa, Amir Ambyah memutuskan untuk mengembara didampingi oleh Umarmaya dan Maktal. Mereka mengembara dan menyebarkan agami suci. Pada saat pengembaraannya, dia menemukan peninggalan Nabi Iskak, yakni Kuda Kalisahak.






Kumpul di Yogyakarta, Pelaku Industri Kuliner dari 22 Provinsi Rumuskan Formula Genjot Wisata

22 jam lalu

Kumpul di Yogyakarta, Pelaku Industri Kuliner dari 22 Provinsi Rumuskan Formula Genjot Wisata

Menurut Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI), di era pasca pandemi ini, pelaku industri kuliner perlu beradaptasi.


Malioboro Coffee Night Bagikan 26.600 Cup Kopi Gratis di Jalan Sudirman Yogyakarta Pekan Ini

1 hari lalu

Malioboro Coffee Night Bagikan 26.600 Cup Kopi Gratis di Jalan Sudirman Yogyakarta Pekan Ini

Acara Malioboro Coffee NIght tidak hanya digelar dengan pembagian cup kopi gratis kepada pengunjung, tapi juga ada kegiatan seru lainnya.


Aksi Dalang hingga Karnaval HUT Yogyakarta ke-266 Sedot Antusiasme Wisatawan

2 hari lalu

Aksi Dalang hingga Karnaval HUT Yogyakarta ke-266 Sedot Antusiasme Wisatawan

Sejumlah gelaran peringatan HUT ke 266 Kota Yogyakarta yang digelar sejak awal Oktober dan masih berlangsung hingga saat ini dipadati kunjungan wisatawan.


Mentan Ajak Gubernur DIY Perkuat Sektor Pertanian

3 hari lalu

Mentan Ajak Gubernur DIY Perkuat Sektor Pertanian

Yogyakarta adalah daerah istimewa yang diharapkan mampu mengembangkan pertanian Indonesia menjadi lebih maju dan modern.


Catat Tanggalnya, Jogja National Museum dan Titik Nol Yogyakarta Akan Bermandikan Seni Cahaya

3 hari lalu

Catat Tanggalnya, Jogja National Museum dan Titik Nol Yogyakarta Akan Bermandikan Seni Cahaya

Kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta atau ujung Jalan Malioboro bakal digempur rentetan atraksi seni cahaya.


Puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266, Ratusan Seniman Akan Meriahkan Karnaval Wayang

4 hari lalu

Puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266, Ratusan Seniman Akan Meriahkan Karnaval Wayang

Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #7 jadi puncak acara HUT ke-266 Kota Yogyakarta pada 7 Oktober 2022.


Sambangi Kustomfest 2022, Sandiaga Uno Bilang Begini

5 hari lalu

Sambangi Kustomfest 2022, Sandiaga Uno Bilang Begini

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membuka pameran modifikasi motor Kustomfest 2022 di JEC, Yogya, pada Sabtu 1 Oktober 2022.


Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

7 hari lalu

Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

Muhammadiyah Jogja Expo 2022 ini juga difokuskan sebagai syiar Muktamar sekaligus ajang silaturahmi.


Kolonel Sugiyono Korban G30S, 21 Hari Kemudian Jasadnya Ditemukan

7 hari lalu

Kolonel Sugiyono Korban G30S, 21 Hari Kemudian Jasadnya Ditemukan

Peristiwa kelam G30S tidak hanya merenggut nyawa perwira TNI AD di Jakarta, dua lainnya di Yogyakarta yaitu Koloner Sugiyono dan Brigjen Katamso.


Kustomfest 2022, Wisatawan Bisa Lihat Balap Motor dan Dapat Hadiah Motor Listrik Modifikasi

8 hari lalu

Kustomfest 2022, Wisatawan Bisa Lihat Balap Motor dan Dapat Hadiah Motor Listrik Modifikasi

Tahun ini, Kustomfest tetap menyediakan hadiah undian atau luckydraw untuk satu pengunjung beruntung.