Pengamat Publik Kritik DPRD Riau yang Beli Mobil Mewah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi banjir terlihat dari udara akibat luapan Sungai Subayang di Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, Riau, Rabu, 11 Desember 2019. Air sungai meluap sehingga membanjiri dua desa di Kecamatan Gunung Sahilan, akses jalan desa terputus dan sekitar 276 kepala keluarga terdampak banjir. ANTARA/FB Anggoro

    Kondisi banjir terlihat dari udara akibat luapan Sungai Subayang di Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, Riau, Rabu, 11 Desember 2019. Air sungai meluap sehingga membanjiri dua desa di Kecamatan Gunung Sahilan, akses jalan desa terputus dan sekitar 276 kepala keluarga terdampak banjir. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Publik Riau, M. Rawa El Amady, mengkritik anggota DPRD Riau karena memakai anggaran daerah secara berlebihan untuk kepentingan pribadi. Ia menyebut salah satu kebijakan yang tak masuk akal adalah rencana pembelian mobil mewah untuk pimpinan DPRD Riau dengan anggaran Rp 10,4 miliar.

    Selain itu, kata dia, DPRD Riau juga belanja kebutuhan lain seperti dispenser, tempat tidur, proyektor, kipas angin, pendingin ruangan, penggantian gorden, karpet, televisi, radio, pompa air, pengharum ruangan, CCTV dengan nilai total Rp 15,037 miliar. 

    Pengajar di Universitas Riau ini mengatakan belanja itu dilakukan untuk rumah dinas. "Bagi saya informasi ini sangat miris, di tengah kemiskinan yang masih ada," kata Rawa lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 7 Maret 2020.

    Ia mengatakan selain kemiskinan yang masih 7,08 persen, angka untuk putus sekolah juga mencapai 44,3 persen. Kemudian jumlah angkatan kerja yang tamat dan tidak tamat sekolah dasar 35,18 persen, dan hanya 4,39 persen penduduk di rawat di rumah sakit.

    "Bisa dibayangkan Riau yang memerlukan pemikiran untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut justru tidak menjadi perhatian anggota DPRD," katanya.

    Ia menuturkan sejak awal reformasi sampai sekarang yang sudah 20 tahun DPRD Provinsi Riau belum menunjukkan perubahan. Bahkan, ia menyebut DPRD Riau malah menjadi beban daerah yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.