Satu Pasien Suspect Corona di Bandung Terkait Kasus Warga Depok

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto memberikan update terkait kasus Covid-19 di kantor presiden, Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    Juru bicara penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto memberikan update terkait kasus Covid-19 di kantor presiden, Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto menjelaskan bahwa satu pasien suspect Corona di Bandung, terkait dengan kasus 1 positif COVID-19, yakni kasus warga Depok yang tertular Corona dari warga negara Jepang di lantai dansa di Jakarta.

    "Bagian dari klaster nomor satu, dia close contact dengan kasus nomor satu," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2020.

    Yurianto mengatakan, sampai saat ini pasien masih diisolasi di salah satu rumah sakit di Bandung. "Sampai saat ini statusnya masih suspect, kan enggak bisa sekali periksa langsung pasti ketemu positif. Oleh karena itu, kami tetap tahan di rumah sakit sampai pemeriksaan berkali-kali. Nanti kalau positif, pasti akan kami umumkan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini.

    Jika suspect tersebut dalam pemeriksaannya nanti terkonfirmasi positif, kata Yurianto, maka pemerintah bakal melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung atau close contact dengan pasien. "Kami akan lakukan contact tracing dari orang itu di sub klaster-nya jika terkonfirmasi positif," ujarnya.

    Sampai saat ini, total ada 11 pasien yang menjadi suspect virus Corona. Rinciannya, lima suspect terkait kasus 1 di Jakarta, satu suspect merupakan WNI ABK Diamond Princess yang kini dirawat di RS Persahabatan dan satu suspect lagi di Bandung. Sisanya empat pasien suspect belum diketahui asal penularannya. Yurianto enggan mendetail keberadaan empat pasien suspect tersebut.

    "Mereka dimana-mana, di Indonesia pastinya. Mereka datang sendirian (dari luar negeri), kemudian berobat, ketemu, dimasukkan (suspect). Kan enggak mesti harus terkait-kait kasus (positif COVID-19)," ujar Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.