Diteror Kelompok Bersenjata, 800 Warga di Timika Dievakuasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunggu pesawat dengan penjagaan aparat keamanan di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu, 2 Oktober 2019. Tiga warga sipil tewas dalam insiden kontak tembak yang terjadi antara personel gabungan TNI-Polri dengan kelompok bersenjata di Kampung Olenki, Ilaga. ANTARA/Sevianto Pakiding

    Warga menunggu pesawat dengan penjagaan aparat keamanan di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu, 2 Oktober 2019. Tiga warga sipil tewas dalam insiden kontak tembak yang terjadi antara personel gabungan TNI-Polri dengan kelompok bersenjata di Kampung Olenki, Ilaga. ANTARA/Sevianto Pakiding

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 800 warga beberapa desa di wilayah pegunungan Timika, Papua, dievakuasi aparat kepolisian ke Kota Timika karena sering diteror oleh kelompok bersenjata atau KKB. Evakuasi dilakukan pada Jumat, 6 Maret 2020.

    Kepala Kepolisian Sektor Tembagapura Ajun Komisaris Hermanto menjelaskan proses evakuasi berlangsung mulai Jumat pagi hingga petang sekitar pukul 18.00 WIT.

    "Hingga pukul 18.00 WIT didata sudah hampir kurang lebih 800 orang yang mengungsi, terdiri dari anak-anak, wanita, laki-laki dari Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, dan Kimbely," kata Hermanto 

    Setelah mendata warga, Polri menyiapkan 13 bus yang akan mengangkut mereka ke kota dan selanjutnya diantar ke berbagai lokasi, seperti wilayah transmigrasi SP 5, SP 12, dan Kampung Kwamki. "Untuk warga yang masih menunggu bus, kami siapkan makan dan minuman sementara menunggu kendaraan menuju Timika," kata Hermanto.

    Menurut data Satgas Humas Operasi Nemangkawi Polri, ada tiga desa yang warganya meminta perlindungan Polri, yakni Desa Utikini, Desa Banti, dan Desa Kimbely.

    Permintaan itu diawali sekitar pukul 05.00 WIT ketika ada 30 warga pegunungan Timika berjalan melewati jalur Utikini menuju ke Polsek Tembagapura yang terlihat oleh personel piket dan siaga polsek setempat.

    Petugas kemudian menanyai warga yang ternyata meminta perlindungan kepada Polri karena ada intimidasi dari pihak KKB sehingga memutuskan mengungsi dan meminta bantuan untuk diturunkan ke kawasan kota.

    Warga pegunungan Timika merasa suasana di kampungnya yang sudah tidak nyaman karena sudah ada gerombolan KKB yang menempati kampung mereka dan mengganggu masyarakat. Bahkan, pihak KKB juga meminta makanan dengan paksaan dan tak segan menodongkan senjata ke arah warga.

    Oleh karena itu, Tim Satgas Operasi Nemangkawi Polri beserta jajaran Polda Papua segera membantu mengevakuasi ratusan warga yang merasa ketakutan dan resah atas teror KKB. "Kami ucapkan terima kasih banyak untuk Bapak Polisi yang sudah jaga dan kasih makan kami sampai antar kami ke Kota Timika. Kami terima kasih banyak karena di kampung kami takut dan tidak aman. Anak-anak, kami kasihan mereka," ujar tokoh pemuda Desa Banti, Agus Beanal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.