Muhammadiyah Hormati Keputusan Arab Saudi Soal Penundaan Umrah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas merapikan koper milik calon jamaah umrah yang batal berangkat di kantor Travel Aljasiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 28 Februari 2020. Sejumlah travel dan agen perjalanan menghentikan sementara layanan umrah pasca Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan keputusan penangguhan perjalanan umrah sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. ANTARA

    Petugas merapikan koper milik calon jamaah umrah yang batal berangkat di kantor Travel Aljasiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 28 Februari 2020. Sejumlah travel dan agen perjalanan menghentikan sementara layanan umrah pasca Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan keputusan penangguhan perjalanan umrah sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan pihaknya menghormati kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara umrah karena wabah virus Corona. 

    "Kami menghormati kebijakan pemerintah Arab Saudi menyangkut umrah karena itu ranah yang tidak kita kehendaki bersama, demi mencegah penyebaran virus Corona," ujar Haedar di Yogyakarta Jumat 6 Maret 2020.

    Haedar menuturkan tanpa sikap kewaspadaan dan kehati-hatian bersama saat wabah corona melanda, maka ibadah ke tanah suci akan lebih besar kemudaratannya daripada kemaslahatannya.

    "Jadi kami yakin, pemerintah Saudi mengambil kebijakan dengan pertimbangan matang, seksama dan untuk kepentingan yang lebih besar," ujarnya.

    Muhammadiyah pun menghimbau umat Islam di Indonesia tidak perlu memaksakan diri untuk ibadah ke tanah suci hingga suasana memungkinkan untuk dibukanya kembali akses ibadah haji itu.

    "Kami yakin pemerintah Saudi dan pemerintah Indonesia akan segera membuka kembali ibadah haji dan umroh setelah keadaan memungkinkan," ujar Haedar.

    Haedar menuturkan dengan adanya wabah Corona ini Muhammadiyah berharap pemerintah Indonesia juga siap untuk mengantisipasinya sehingga tak timbul dampak yang tak diinginkan. Muhammadiyah, kata Haedar, juga siap membantu penuh pencegahan dan pengamanan atas wabah Corona itu. Di antaranya menyiagakan 20 rumah sakit yang dikelola organisasi ini di tanah air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.