Boyamin Saiman Ragukan KPK Serius Buru Nurhadi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 6 November 2018, setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. TEMPO/Imam Sukamto

    Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 6 November 2018, setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Nurhadi Abdurrachman diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordiantor Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serius dalam mencari mantan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi.

    Boyamin mengatakan KPK nampak tak serius ketika mencari barang bukti karena mendahulukan penggeledahan di lokasi yang jauh dari Jakarta. “Geledahnya jauh sekali ke Tulung Agung, ke Surabaya, baru geledah ke Hang Lekir sama ke Patal Senayan, padahal itu kan dalam posisi ini di Jakarta lebih dekat aja malah belakangan,” kata Boyamin, Jumat, 6 Maret 2020.

    Seharusnya, kata dia, KPK sudah bisa menggeledah rumah Nurhadi sejak pra peradilan pertama. Karena ada alamat rumah yang bisa digunakan untuk menggeledah.

    “Kan ada alamatnya waktu pra-peradilan pertama. Tapi katanya baru kemarin digeledah alamat itu. Itu yang gak dilakukan sejak awal alamat itu ada. Soal gagal itu lain, soal tidak ada itu urusan lain. Tapi tunjukkan lah keseriusan itu,” kata dia.

    Boyamin meyakini KPK mampu menangkap Nurhadi. Ia yakin kemampuan KPK berkaca pada kasus-kasus sebelumnya yang lebih rumit. Ditambah KPK dilengkapi dengan penyidik dari kepolisian.

    Boyamin yakin kemampuan polisi untuk menangkap buronan KPK. Ia menyebut polisi sekarang sudah dapat mengidentifikasi teroris, maka seharusnya buronan KPK lebih mudah untuk ditemukan. “Mestinya ini lebih mudah. Kan nggak mungkin dia hidup di tengah hutan sendirian tanpa makan tanpa minum, pasti di tempat-tempat tertentu,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.