Mahfud MD Kritik Pemilihan Penceramah yang Tampil di Televisi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melakukan tanya jawab dengan awak media di kantornya, Jakarta, 25 Februari 2020. Tempo/Friski Riana

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melakukan tanya jawab dengan awak media di kantornya, Jakarta, 25 Februari 2020. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengkritik fenomena media penyiaran arus utama yang belum tepat memilih narasumber materi agama.

    Ia menyinggung stasiun televisi yang memilih penceramah agama yang hanya mengandalkan kelucuan saat tampil, tapi ilmu agamanya justru diragukan.

    "Ini siapa sih yang ngatur tema dan milih ustadnya, di TV kok bisa seperti itu," kata Mahfud MD saat menjadi pembicara dalam Standardisasi Kompetensi Dai di Gedung MUI, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

    Mahfud mencontohkan terdapat penceramah yang mengaku sebagai tokoh agama serta lihai bercerita secara menarik karena lucu tetapi bacaan Al Quran-nya kurang mumpuni.

    Karena itu, Mahfud mendorong agar Majelis Ulama Indonesia dan Komisi Penyiaran Indonesia dapat mengajak televisi untuk seksama dalam memilih penceramah berkualitas bukan karena rating.

    Di tengah perkembangan media penyiaran saat ini, kata Mahfud, bukan tidak mungkin televisi justru memilih ustad karbitan dalam ilmu agama. "Orang dikarbit hanya karena bisa ngelucu, bisa cerita horor, bisa mendramatisir masalah lalu dijadikan sebagai dai," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.