KKP Semarang Sebut Penumpang Viking Sun Bebas Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 Maret 2020. Kegiatan desinfeksi yang dilakukan di area terminal domestik dan internasional bandara tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa 3 Maret 2020. Kegiatan desinfeksi yang dilakukan di area terminal domestik dan internasional bandara tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Semarang - Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang menyebut seluruh penumpang kapal pesiar Viking Sun tak ada yang terpapar virus Corona. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pengecekan kesehatan di atas kapal berbendera Norwegia tersebut.

    Sebanyak 15 petugas KKP mengecek kesehatan penumpang kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu. "Tidak ada satupun yang sakit, tidak ada yang demam dan tidak ada yang menujukkan gejala corona. Jadi kapal itu aman," kata Kepala KKP Semarang, Ariyanti pada Kamis, 5 Maret 2020.
     
    Ariyanti mengatakan proses pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal. Pemeriksaan juga dibantu petugas kesehatan internal kapal tersebut.
     
    Pemeriksaan tersebut memakan waktu selama dua setengah jam. "Tadi pemeriksaan mulai pukul sembilan, dan pukul sebelas lewat selesai," kata Ariyanti.
     
    Hasilnya, tidak ada penumpang maupun awak Viking Sun yang masuk kriteria orang dalam pemantauan atau ODP virus Coro a. "Yang masuk kriteria itu (ODP) seseorang yang dari negara terjangkit belum 14 hari dan ada demam serta gejala corona. Dan riwayat kontak dan kunjungan dari daratan Cina," ujar Ariyanti.
     
    Meski hasil pemeriksaan menunjukkan tak ada penumpang Viking Sun yang diduga tertular virus Corona, namun mereka tetap tak diizinkan turun di Tanjung Emas. Pemerintah Kota Semarang berdalih mereka pernah berkunjung ke negara yang terpapar virus Corona.
     
    "Itu kapal pesiar terbaik di dunia. Mereka mendapat enam award, kapal terbersih, sanitasi terbersih, dan merupakan kapal yang termahal," kata Ariyanti. "Sayang sekali turis tak bisa turun ke Semarang dan Borobudur."
     
    Hasil pemeriksaan tim KKP itu pun kemudian disampaikan kepada Kementerian Kesehatan, Gubernur Jawa Tengah, dan Wali Kota Semarang. 
     
    Ariyanti mengungkapkan, dalam kesempatan bersandar di Tanjung Emas, Semarang itu dimanfaatkan pihak kapal untuk merujuk satu penumpang yang sakit jantung. Penumpang tersebut dibawa oleh petugas dari Dinas Kesehatan Semarang.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara