Survei: Warga Cukup Percaya Pemerintah Dapat Menangani Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memakai masker saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Usai Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan dua orang WNI di Indonesia terdampak virus corona (Covid-19), warga dihimbau menggunakan masker di tempat keramaian maupun ketika menggunakan transportasi umum. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga memakai masker saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Usai Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan dua orang WNI di Indonesia terdampak virus corona (Covid-19), warga dihimbau menggunakan masker di tempat keramaian maupun ketika menggunakan transportasi umum. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei lembaga Kedai Kopi menunjukkan responden cukup percaya terhadap pemerintah dalam menangani virus Corona. Pada rentang nilai 1 sampai 10, tingkat rata-rata kepercayaan responden di angka 6,4.

    “Rata-rata di 6,4. Ya nggak jelek-jelek banget lah pemerintah. Kepercayaannya lumayan. Satu per tiga responden bilang rendah kepercayaannya kepada pemerintah, dua per tiga bilang tinggi kepercayaannya kepada pemerintah,” ujar Direktur Eksekutif Kedai Kopi Kunto Adi Wibowo dalam diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

    Dalam hasil survei yang sama, responden menganggap virus Corona atau COVID-19 adalah ancaman besar untuk Indonesia. Dari 1-10 nilainya sebesar 7,5.

    “Kalau kita gradasikan nilainya 7,5. Lumayan bagus kan. Rata-rata masyarakat Indonesia menganggap virus Corona ancaman serius,” kata Kunto.

    Menanggapi hasil survei tersebut, Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan Erlinda mengatakan pemerintah sudah memiliki data, baik secara ilmiah atau dari data yang didapat di lapangan dari pihak rumah sakit dan laboratorium. Ia mengatakan pemerintah juga sudah teruji dengan mengevakuasi warga negara Indonesia dari Wuhan, Cina beberapa waktu lalu dan melakukan karantina.

    “Di situ pemerintah telah hadir dan well done ya. Tapi memang iya dengan adanya perkembangan yang sangat luar biasa kami juga harus melakukan hal yang luar biasa juga,” kata Erlinda melalui sambungan telepon di acara diskusi tersebut.

    Kedai Kopi dalam survei ini mengambil 483 responden dengan metode probability sampling. Metode survei sendiri digunakan dengan cara telesurvei menggunakan data panel di survei nasional 13-20 Maret 2019 di 34 Provinsi.

    Adapun dari 483 responden respon rate yang didapatkan masuk dalam tingkat sedang 40,2 persen dari 1.196 panel dengan margin of error 4,46 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.