4 Hal Baru Saat Wabah Corona Gelombang 2

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai sekolah melakukan pengecekan suhu badan siswa dengan thermometer sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya penyuluhan penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona atau Covid-19 bagi siswa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pegawai sekolah melakukan pengecekan suhu badan siswa dengan thermometer sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya penyuluhan penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona atau Covid-19 bagi siswa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan sejumlah perbedaan wabah Corona gelombang 2 ini dengan sebelumnya.

    Menurut dia, situasi pada gelombang pertama(first wave) berbeda dengan gelombang kedua. First wave terjadi di Wuhan, Cina, seja pertengahan Desember 2019 yang kemudian meledak mendunia.

    Yurianto, yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, meminta masyarakat mewaspadai wabah Corona gelombang 2 ini.

    "Meski begitu angka kematian dilaporkan menurun," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

    Yurianto lantas menerangkan sejumlah hal baru yang muncul pada wabah Corona gelombang 2, yaitu:
    1. Pada wabah Corona gelombang 1 persentase kematian 
    pasien 3 persen, tapi pada wabah Corona gelombang 2 turun menjadi 2 persen. 

    2. Menurut Yurianto, pada wabah gelombang Corona 1 angka penularan di daratan Cina sangat tinggi sedangkan di negara lain rendah. tapi pada gelombang 2 justru sebaliknya.

    "Kemarin saya lihat ada 20 negara yang baru melaporkan ada kasus. Artinya nyebarnya cepat sekali."

    3. Terjadi pula perubahan gambaran klinis dari infeksi ini pada wabah Corona gelombang 2.

    Yurianto menerangkan, bila di gelombang 1 ada masa inkubasi selama 14 hari dengan gejala penderita mengalami demam, batuk, dan sesak nafas.

    Nah, pada wabah Corona gelombang 2  masa inkubasi bisa lebih lama. Walhasil publik menganggap terjadi kebobolan dalam diagnosa medis.

    "Dianggap 14 hari (observasi) sudah negatif, boleh pulang, ternyata munculnya di hari ke-20 atau ke-21 dan menular ke mana-mana," tutur Yurianto.

    4. Menurut Yurianto, pada wabah Corona gelombang 2 ada penderita yang gejalanya minimal, bahkan asimtomatis alias tanpa gejala.

    Yurianto mencontohkan seorang warga Jepang yang diduga menularkan virus Corona kepada 2 WNI.

    "Ini bisa dipakai menjelaskan kenapa sumber kontak di klaster (klub dansa) Amigos itu tidak ke-detect di bandara karena (WNA asal Jepang) tanpa keluhan," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.