Tersangka Penanam Ganja Hidroponik Mengaku Belajar dari Internet

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ganja. Getty Images

    Ilustrasi Ganja. Getty Images

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisan Daerah Jawa Timur menggerebek sebuah rumah di Perum Wisma Lidah Kulon, Surabaya, yang dijadikan tempat penanaman pohon ganja secara hidroponik, Rabu, 4 Maret 2020. Dari kegiatan itu, polisi menangkap seorang tersangka berusia 35 tahun.

    Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Cornelis M Simanjuntak, tersangka sudah dua kali memetik daun ganja untuk dikonsumsi sendiri. "Pengakuan yang bersangkutan belajar menanam pohon ganja dari Google," ujar Simanjuntak saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di lokasi penggerebekan, Rabu.

    Simanjuntak mengatakan tersangka menanam ganja mulai Desember tahun lalu.
    Tersangka menanam 27 pohon ganja beragam ukuran di belakang rumah kontrakannya dengan menggunakan metode hidroponik. "Pohon yang besar berusia tiga bulan, sedangkan yang kecil tiga minggu," katanya.

    Menurut Simanjuntak, tersangka mendapatkan bibit ganja ketika membeli ganja dari seorang narapidana di sebuah lembaga pemasyarakatan. Sisa-sisa biji yang terdapat dalam daun ganja itu kemudian tersangka tanam dengan metode hidroponik.

    Kepada awak media, tersangka terpaksa menanam ganja karena tergantung dengan tanaman tersebut. Dia mengaku sudah mengkonsumsi ganja sejak tiga tahun lalu.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.