Wabah Corona, Pemerintah: Stok Baju Pelindung Tenaga Medis Aman

Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes/Juru Bicara Pemerintah soal Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto (kanan) memberikan keterangan perihal penanganan Virus Corona/Covid-19 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, 3 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan stok alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis yang menangani pasien terduga terinfeksi virus Corona masih cukup untuk keadaan normal seperti sekarang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini menuturkan yang menjadi masalah adalah jika tiba-tiba terjadi lonjakan kasus terinfeksi virus Corona. Alasannya Indonesia masih mengimpor bahan baku pembuatan APD ini dari Cina. "Kami impor bahan baku dari Cina. Cina sendiri sedang lockdown," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

Pemerintah, kata Yurianto, telah mencari tambahan stok untuk APD ini dari negara selain Cina. Kabar baiknya Belanda dikabarkan siap membantu Indonesia dalam menyediakan APD bagi tenaga medis. "Beberapa waktu lalu kami dapat isyarat dari Den Haag mau bantu APD," ucap dia.

Yurianto berujar kabar kekurangan APD di sejumlah rumah sakit jangan langsung diartikan bahwa setiap rumah sakit harus memiliki APD yang menumpuk. Alasannya belum tentu setiap rumah sakit bakal menangani pasien terinfeksi Corona.

Prosedur yang berjalan saat ini adalah bila ada rumah sakit yang membutuhkan APD maka bisa meminjam dari rumah sakit lain. Di Jakarta pun, kata Yurianto, APD tidak menumpuk di satu rumah sakit

"Misalnya kemarin di RSPI Sulianti Saroso segera butuh APD maka kami geser dari RS lain, ada lagi (yang butuh) geser, geser, geser. Kenapa ini dilakukan karena bahan baku impor APD enggak bisa lagi masuk ke Indonesia," tuturnya.

AHMAD FAIZ






Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

5 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

6 hari lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

12 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

19 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.


Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

22 hari lalu

Kim Jong Un Sempat Bantah Covid-19, Korea Utara Mulai Vaksinasi Corona November

Kim Jong Un akan memulai vaksinasi Covid-19 di Korea Utara. Dia khawatir jumlah kasus Corona naik karena musim dingin.


Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

29 hari lalu

Kasus Harian Covid-19 di Rusia Naik

Rusia mencatat pada Sabtu, 3 Agustus 2022, ada lebih dari 50 ribu kasus baru Covid-19 atau tertinggi dalam enam bulan


Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

30 hari lalu

Covid-19, Aktivitas Warga Shenzhen Dibatasi

Sejumlah area di Shenzhen memutuskan memperpanjang pembatasan aktivitas warga demi meredam wabah Covid-19.


Kota Chengdu di Cina Lockdown

30 hari lalu

Kota Chengdu di Cina Lockdown

Warga Chengdu harus menjalani lockodown. Kasus Covid-19 di sana ada 157 kasus.


Turis Asing ke Korea Selatan Tak Lagi Wajib Tes Corona Sebelum Berangkat

32 hari lalu

Turis Asing ke Korea Selatan Tak Lagi Wajib Tes Corona Sebelum Berangkat

Korea Selatan mencabut aturan tes Corona untuk turis asing sebelum keberangkatan.


Korea Utara Longgarkan Aturan Covid-19

50 hari lalu

Korea Utara Longgarkan Aturan Covid-19

Warga Korea Utara sekarang tak perlu lagi menggunakan masker dan social distancing karena aturan Covid-19 sudah dilonggarkan