Mulai Hari Ini Pemerintah Rilis Pers Soal Corona 2 Kali Sehari

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, Achmad Yurianto usai konfrensi pers Penanggulangan dan Pencegahan Dampak Kabut Asap, 12 Oktober 2015. TEMPO/Mawardah Hanifiyani

    Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan, Achmad Yurianto usai konfrensi pers Penanggulangan dan Pencegahan Dampak Kabut Asap, 12 Oktober 2015. TEMPO/Mawardah Hanifiyani

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan mulai hari ini akan berkantor di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pasalnya ia telah didapuk sebagai juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan virus corona Covid-19.

    Yurianto mengatakan, mulai hari ini pula ia akan menyampaikan perkembangan wabah virus Corona di Indonesia kepada publik dua kali dalam sehari. "Press releasenya di Istana, di Bina Graha dan press release dua kali: jam 12 siang dan jam 17.30," katanya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, kemarin, Rabu, 4 Maret 2020.

    Meski akan berkantor di Istana, fokus tugasnya tetap ada di Kementerian Kesehatan. Adapun sebagai juru bicara pemerintah ia akan mengawali aktivitasnya setiap hari dengan mengunjungi rumah sakit rujukan pasien terinfeksi virus Corona.

    Sejak Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan kasus infeksi virus Corona pertama di Indonesia pada Senin, 2 Maret 2020, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan rutin menyampaikan keterangan pada media. Biasanya sesi konferensi pers ini berlangsung di Ruang Johannes Leimena, Gedung Adyatama, Kompleks Kementerian Kesehatan.

    Secara umum, kata Yurianto, per Selasa, 3 Maret 2020 pukul 18.00 WIB, pihaknya sudah menerima 446 spesimen untuk diperiksa terkait Corona. Hasilnya dua positif terinfeksi, sepuluh masih dicek ulang, dan sisanya negatif.

    "Sepuluh (spesimen) yang kami dalami lagi, kami harus mendalami benar. Kami tidak ingin ragu kalau positif ya positif, negatif ya negatif," ucap dia.

    Yurianto mengatakan 446 spesimen itu berasal dari jumlah 48 rumah sakit di 23 provinsi serta dari WNI kru kapal Diamond Princess dan World Dream. "Sepuluh orang yang didalami itu, sembilan berasal dari rumah sakit dan satu dari Diamond Princess," katanya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.